Beberapa tanda utama yang perlu dicermati meliputi benjolan keras di area payudara atau sekitar puting, perubahan bentuk/ukuran pada salah satu sisi payudara, puting tertarik ke dalam atau mengeluarkan cairan/darah, perubahan tekstur kulit payudara yang berkerut, kemerahan, atau tampak seperti kulit jeruk dan benjolan di ketiak akibat pembengkakan kelenjar getah bening.
Pola pikir "laki-laki tidak mungkin kena kanker payudara" menjadi penghambat utama para pria untuk berkonsultasi ke fasilitas kesehatan saat menemukan gejala awal. dr. Aditya mengimbau agar para pria tidak lagi mengabaikan sinyal-sinyal kecil yang diberikan oleh tubuh.
"Dan ini sering terjadi, pria mengabaikan benjolan di dada karena berpikir, 'Ah, saya kan laki-laki, nggak mungkin dong kena kanker payudara.' Yang padahal, semakin lama ditunda, itu semakin besar kemungkinan penyakit sudah berada pada tahap lebih lanjut," tegas dia.
"Jadi kalau kamu seorang pria dan menemukan benjolan yang tidak biasa di area payudara, perubahan puting, atau keluar cairan dari puting, jangan nunggu lama-lama atau nunggu sampai besar dulu. Dan nggak boleh malas periksa ke dokter untuk mastiin penyebabnya apa. Karena ingat, tidak semua benjolan adalah kanker, tetapi setiap benjolan yang baru muncul ini perlu dievaluasi dengan benar," pungkas dr. Aditya.
(Djanti Virantika)