Bahayanya Hirup Kabut Asap Kebakaran Jangka Panjang, Bisa Tingkatkan Risiko Gangguan Ginjal

Niko Prayoga , Jurnalis
Jum'at 28 Agustus 2026 22:05 WIB
Kebakaran Hutan Bikin Udara Berbahaya. (Foto: Freepik)
Share :

PAPARAN asap akibat kebakaran hutan dan lahan ternyata tidak hanya membahayakan sistem pernapasan. Ada juga menyimpan ancaman serius bagi organ ginjal.

Paparan partikel berbahaya dalam jangka panjang dapat memicu berbagai gangguan ginjal. Tak hanya itu, kabut asap kebakaran meningkatkan risiko kematian pada pasien tertentu.

1. Bahayanya Hirup Kabut Asap Kebakaran Jangka Panjang

Hal tersebut disampaikan oleh Dokter Spesialis Penyakit Dalam Subspesialis Ginjal dan Hipertensi, dr. Decsa Medika Hertanto. Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, dr. Decsa memaparkan bagaimana partikel mikro dalam kabut asap dapat menjangkau dan merusak fungsi ginjal.

"Kabut asap yang dihirup secara kronis ternyata berdampak sampai ke ginjal. Lho kok bisa? Saya jelasin,” ujar dr. Decsa, dikutip Jumat (28/8/2026).

dr. Desca menjelaskan bahwa bahaya ini dibuktikan oleh studi ilmiah terbaru yang diterbitkan dalam jurnal kesehatan ginjal. Penelitian tersebut mempertegas bahaya paparan partikel halus berukuran 2,5 mikron (PM2.5) dari asap kebakaran jika terhirup terus-menerus.

“Sebenarnya riset ini ada sejak lama. Namun, berdasarkan penelitian terbaru di jurnal ginjal ini, ditegaskan kembali paparan PM2.5 yang berasal dari asap kebakaran itu, yang dihirup jangka panjang itu bisa terbukti meningkatkan risiko gangguan ginjal akut, penyakit ginjal kronis, bahkan mempercepat progresivitas penyakit ginjal,” ungkap dia.

 

2. Kerusakan Ginjal

Kerusakan ginjal akibat asap ini terjadi melalui beberapa mekanisme biologis dalam tubuh. Ada peradangan lokal hingga gangguan pada pembuluh darah.

“Mekanismenya gimana? Lewat radang, stres oksidatif, sampai gangguan pembuluh darah ginjal. Yang lebih mengkhawatirkan, ada studi yang khusus menunjukkan pasien cuci darah yang kena paparan asap kebakaran hutan itu risiko mortalitasnya meningkat,” tambah dr. Decsa.

Lebih lanjut, dr. Desca menerangkan alasan utama mengapa ginjal menjadi salah satu organ yang paling rentan terhadap serangan partikel PM2.5. Ukuran partikel yang sangat kecil memungkinkan polutan tersebut menembus benteng pernapasan dan menyebar ke seluruh tubuh melalui sirkulasi darah.

“Nah, kenapa itu bisa terjadi semua? Partikel asap kebakaran PM2.5 dengan ukuran yang super kecil ini ketika dihirup paru-paru, dia juga masuk aliran darah kita. Nah, ginjal itu organ yang paling banyak dialiri darah dibandingkan dengan organ lain, karena tugasnya memang menyaring darah terus-menerus,” tutur dia.

Dengan tingginya volume darah yang harus disaring setiap saat, ginjal secara otomatis terpapar partikel beracun tersebut secara terus-menerus.

“Jadi, begitu partikel ini beredar di darah, ginjal jadi salah satu yang paling sering terkena paparan dan bisa merusak ginjal. Jadi bagi kalian yang terdampak, please kudu jaga kesehatan,” pungkas dr. Decsa.

(Djanti Virantika)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya