PAPARAN asap akibat kebakaran hutan dan lahan ternyata tidak hanya membahayakan sistem pernapasan. Ada juga menyimpan ancaman serius bagi organ ginjal.
Paparan partikel berbahaya dalam jangka panjang dapat memicu berbagai gangguan ginjal. Tak hanya itu, kabut asap kebakaran meningkatkan risiko kematian pada pasien tertentu.
Hal tersebut disampaikan oleh Dokter Spesialis Penyakit Dalam Subspesialis Ginjal dan Hipertensi, dr. Decsa Medika Hertanto. Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, dr. Decsa memaparkan bagaimana partikel mikro dalam kabut asap dapat menjangkau dan merusak fungsi ginjal.
"Kabut asap yang dihirup secara kronis ternyata berdampak sampai ke ginjal. Lho kok bisa? Saya jelasin,” ujar dr. Decsa, dikutip Jumat (28/8/2026).
dr. Desca menjelaskan bahwa bahaya ini dibuktikan oleh studi ilmiah terbaru yang diterbitkan dalam jurnal kesehatan ginjal. Penelitian tersebut mempertegas bahaya paparan partikel halus berukuran 2,5 mikron (PM2.5) dari asap kebakaran jika terhirup terus-menerus.
“Sebenarnya riset ini ada sejak lama. Namun, berdasarkan penelitian terbaru di jurnal ginjal ini, ditegaskan kembali paparan PM2.5 yang berasal dari asap kebakaran itu, yang dihirup jangka panjang itu bisa terbukti meningkatkan risiko gangguan ginjal akut, penyakit ginjal kronis, bahkan mempercepat progresivitas penyakit ginjal,” ungkap dia.