Pada masa awal penggunaan, kulit mungkin mengalami kekeringan, kemerahan, rasa perih, gatal, atau pengelupasan. Sebagian orang juga mengalami kondisi yang dikenal sebagai retinol purge, ketika jerawat tampak muncul atau memburuk sementara selama masa adaptasi.
Namun, tidak semua jerawat setelah menggunakan retinol dapat disebut sebagai purging. Iritasi yang berat perlu mendapat perhatian. Jika kulit terasa terbakar, mengalami kemerahan parah, atau iritasi tidak kunjung membaik, sebaiknya kurangi frekuensi pemakaian atau hentikan sementara dan konsultasikan dengan dokter kulit.
Menggunakan retinol tanpa memperhatikan kelembapan kulit dapat meningkatkan risiko iritasi. Karena itu, pelembap dapat digunakan untuk membantu menjaga skin barrier. Sementara pada pagi dan siang hari, jangan lupa menggunakan sunscreen karena kulit yang menggunakan retinol perlu mendapat perlindungan dari paparan sinar matahari.
Penggunaan sunscreen secara rutin juga penting untuk membantu mencegah noda hitam dan kerusakan akibat sinar UV yang dapat menghambat tujuan mendapatkan kulit sehat dan glowing.
Retinol tidak selalu cocok untuk semua orang. Pemilik kulit sensitif perlu lebih berhati-hati saat menggunakannya. Selain itu, orang yang sedang hamil atau merencanakan kehamilan sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga kesehatan sebelum menggunakan retinol atau retinoid. Penggunaan retinoid selama kehamilan umumnya dihindari karena adanya kekhawatiran terhadap risiko pada janin.
Retinol memang dapat menjadi salah satu bahan skincare yang membantu membuat kulit tampak lebih halus, merata, dan sehat. Tetapi hasil terbaik bukan berasal dari penggunaan berlebihan.
(Djanti Virantika)