Di tengah upaya memenuhi kebutuhan medis, penanganan korban gempa masih menghadapi sejumlah tantangan. Persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan layanan kesehatan, tetapi juga kebutuhan dasar masyarakat dan tenaga medis, seperti ketersediaan air bersih serta toilet.
Gangguan jaringan komunikasi juga menjadi kendala karena komunikasi sangat diperlukan untuk mengoordinasikan kebutuhan di lapangan. Tanpa akses komunikasi yang memadai, tenaga kesehatan akan kesulitan meminta tambahan obat maupun perbekalan ketika persediaan mulai menipis.
Untuk mengatasi masalah tersebut, Kemenkes turut mendistribusikan perangkat Starlink melalui kerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).
“Kalau enggak kan enggak ada komunikasi, kasihan juga gitu kan, gimana mau minta obat dan sebagainya enggak bisa kalau enggak ada komunikasi,” ujarnya.
Selain mendirikan rumah sakit darurat, Kemenkes juga menyiapkan tenda pelayanan Puskesmas di sejumlah daerah yang terdampak cukup parah akibat gempa, termasuk wilayah Nagekeo.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)