“Termasuk juga ibu-ibu melahirkan. Karena itu tidak bisa ditunda kan. Satu ibu melahirkan, kedua hemodialisa. Hemodialisa juga enggak boleh berhenti,” katanya.
Lucia menjelaskan, penghentian hemodialisis dapat membuat kondisi pasien memburuk dan berpotensi membahayakan nyawa. Oleh sebab itu, layanan tersebut harus tetap tersedia meskipun fasilitas kesehatan berada di wilayah terdampak gempa.
Kemenkes juga memastikan ketersediaan obat dan berbagai kebutuhan medis di NTT tetap terjaga. Pasokan obat-obatan dan perbekalan kesehatan dikirim langsung dari pemerintah pusat untuk memenuhi kebutuhan pelayanan di lapangan.
Dalam proses distribusinya, Kemenkes mendapat dukungan dari TNI Angkatan Udara (TNI AU). Bantuan tersebut mencakup pengiriman obat hingga berbagai alat kesehatan.
Bahkan, Kemenkes mengirimkan perangkat X-ray ke lokasi terdampak. Alat tersebut dibutuhkan untuk membantu pemeriksaan pasien yang mengalami patah tulang sebelum mendapatkan penanganan lebih lanjut.
“Mulai dari obat, alat kesehatan, sampai tadi malam kita mengirim X-ray karena di patah tulang itu juga kan perlu ya difoto untuk X-ray-nya. Itu sudah ada di sana semua,” tutur Lucia.