JAKARTA - Depresi merupakan gangguan kesehatan mental yang dapat memengaruhi cara seseorang berpikir, merasakan sesuatu, dan menjalani aktivitas sehari-hari. Kondisi ini juga dapat terjadi pada anak dan memengaruhi kehidupan mereka, termasuk proses belajar, hubungan sosial, serta aktivitas di rumah.
Pada anak, tanda depresi tidak selalu terlihat dalam bentuk kesedihan. Sebagian anak justru menunjukkan perubahan perilaku, menjadi lebih mudah marah, menarik diri, atau kehilangan ketertarikan terhadap kegiatan yang sebelumnya mereka sukai.
Secara umum, gejala depresi pada anak dapat terlihat melalui perubahan kondisi psikologis maupun fisik.
Beberapa perubahan emosional dan perilaku yang perlu diperhatikan orang tua antara lain:
Tanda-tanda tersebut terkadang sulit dikenali karena anak belum tentu mampu menjelaskan apa yang sedang mereka rasakan. Oleh karena itu, orang tua perlu memperhatikan perubahan perilaku yang muncul secara konsisten.
Jika perubahan emosi atau perilaku berlangsung selama lebih dari dua minggu dan mulai menghambat aktivitas sehari-hari, sebaiknya orang tua berkonsultasi dengan tenaga profesional untuk mendapatkan penilaian lebih lanjut.
Selain perubahan suasana hati dan perilaku, depresi juga dapat disertai keluhan fisik. Beberapa di antaranya meliputi:
Tidak semua anak dengan gejala tersebut mengalami depresi. Namun, kombinasi beberapa tanda yang menetap dan mengganggu kehidupan anak sebaiknya tidak diabaikan.
Orang tua dapat menjadi pihak pertama yang membantu mengenali perubahan tersebut. Membangun komunikasi yang terbuka, mendengarkan tanpa menghakimi, serta mencari bantuan profesional ketika diperlukan dapat membantu anak mendapatkan dukungan yang sesuai.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)