JAKARTA - Perubahan perilaku pada anak, seperti menjadi lebih pendiam, kehilangan minat bermain, atau mengalami penurunan prestasi, tidak selalu sekadar fase tumbuh kembang. Kondisi tersebut bisa menjadi tanda adanya masalah emosional, termasuk depresi yang dapat dipicu oleh berbagai tekanan dalam kehidupan anak.
Depresi merupakan gangguan kesehatan mental yang dapat memengaruhi suasana hati, pola pikir, perilaku, hingga kondisi fisik seseorang. Meski lebih sering dikaitkan dengan orang dewasa, anak-anak juga dapat mengalami kondisi ini.
Depresi pada anak dapat muncul akibat berbagai faktor, baik dari lingkungan maupun kondisi psikologis dan fisik. Beberapa pengalaman yang berlangsung terus-menerus juga dapat meningkatkan risiko anak mengalami gangguan tersebut, demikian dilansir dari laman RS Siloam.
Sejumlah faktor yang dapat memicu atau meningkatkan risiko depresi pada anak antara lain:
Bullying menjadi salah satu faktor yang perlu mendapat perhatian. Pengalaman menerima ejekan, ancaman, pengucilan, atau perlakuan kasar secara berulang dapat memengaruhi rasa percaya diri dan kondisi emosional anak.
Selain faktor lingkungan, kondisi psikologis maupun kesehatan tertentu juga dapat berperan dalam munculnya gejala depresi. Karena itu, perubahan perilaku anak sebaiknya tidak langsung dianggap sebagai kenakalan atau sekadar mencari perhatian.
Depresi dapat membuat anak kesulitan menjalani aktivitas sehari-hari. Mereka mungkin kehilangan semangat melakukan kegiatan yang sebelumnya disukai, menarik diri dari lingkungan sekitar, atau menunjukkan perubahan perilaku.
Kondisi tersebut juga dapat berdampak pada proses belajar. Anak yang mengalami depresi berpotensi mengalami kesulitan berkonsentrasi, kehilangan motivasi, hingga mengalami penurunan prestasi di sekolah.
Jika perubahan tersebut berlangsung terus-menerus dan mulai mengganggu kehidupan sehari-hari, orang tua sebaiknya memberikan perhatian lebih. Dukungan dari keluarga serta bantuan tenaga profesional dapat diperlukan untuk mengetahui penyebab dan mendapatkan penanganan yang sesuai.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)