JAKARTA - Perkembangan ekonomi kreator dan meningkatnya konsumsi konten digital melahirkan berbagai jenis pekerjaan baru. Tidak hanya menjadi content creator, kini sejumlah profesi yang berkaitan dengan produksi, pengolahan, hingga distribusi konten juga berpotensi menjadi sumber penghasilan.
Beberapa di antaranya bahkan bisa dilakukan secara fleksibel dan tidak selalu membutuhkan modal besar. Kemampuan berkomunikasi, menulis, mengedit video, serta membangun audiens menjadi modal penting untuk menekuni profesi-profesi tersebut.
1. Dubber Drama China
Popularitas drama pendek asal China di platform digital turut membuka peluang bagi orang yang memiliki kemampuan olah vokal. Dubber bertugas mengisi suara karakter dalam tayangan sehingga cerita dapat dinikmati oleh penonton menggunakan bahasa lokal.
Pekerjaan ini banyak dibutuhkan dalam proses adaptasi konten untuk pasar yang berbeda. Kemampuan membaca naskah, memainkan intonasi, serta menyesuaikan karakter suara menjadi keterampilan yang dibutuhkan.
2. Live Shopping Host
Aktivitas jual beli melalui siaran langsung membuat profesi live shopping host semakin berkembang. Seorang host bertugas memperkenalkan produk sekaligus berinteraksi dengan calon pembeli selama sesi berlangsung.
Host perlu mampu menjelaskan keunggulan produk, menjawab pertanyaan penonton, dan menjaga suasana siaran agar tetap menarik. Penghasilan dapat berasal dari bayaran sebagai host, komisi berdasarkan penjualan, hingga bentuk apresiasi dari penonton.
3. Ghostwriter
Bagi orang yang memiliki kemampuan menulis, ghostwriter dapat menjadi salah satu pilihan pekerjaan di dunia digital. Profesi ini mengharuskan seseorang membuat tulisan untuk klien, tetapi nama klien yang dicantumkan sebagai penulis.
Materi yang dikerjakan dapat beragam, mulai dari artikel, cerita, naskah, hingga buku. Sistem pembayaran umumnya berdasarkan proyek, jumlah tulisan, atau bagian tertentu dari karya yang dibuat.
4. Personal Branding
Personal branding bukan sekadar aktivitas membangun popularitas di media sosial. Profesi atau aktivitas ini berfokus pada bagaimana seseorang membentuk identitas profesional dan menunjukkan keahlian tertentu secara konsisten kepada audiens.
Jika berhasil membangun kepercayaan dan komunitas yang relevan, personal branding dapat membuka berbagai peluang penghasilan. Di antaranya melalui kerja sama merek, endorsement, promosi berbayar, penjualan produk atau jasa, hingga tawaran menjadi pembicara.
5. TikTok Clipper
Profesi TikTok clipper muncul seiring meningkatnya kebutuhan terhadap konten video pendek. Pekerja di bidang ini bertugas memilih bagian menarik dari video berdurasi panjang, seperti podcast, siaran langsung, atau konten YouTube, kemudian mengemasnya menjadi klip yang lebih singkat.
Kemampuan memilih momen yang menarik menjadi salah satu kunci pekerjaan ini. Klip yang berhasil mendapatkan banyak penonton atau masuk FYP berpotensi menghasilkan pendapatan melalui program kreator, pemasaran afiliasi, maupun skema kerja sama dengan pihak tertentu.
Kelima profesi tersebut menunjukkan bahwa perkembangan media sosial tidak hanya menciptakan ruang untuk menjadi kreator, tetapi juga menghadirkan pekerjaan baru di balik produksi dan distribusi konten. Dengan keterampilan yang tepat, aktivitas digital pun dapat berkembang menjadi sumber penghasilan.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)