Sebelum buru-buru membuang ponsel, penting untuk memahami seberapa besar paparan cahaya yang sebenarnya kita terima.
Sebuah penelitian komprehensif yang dilakukan oleh Kepala Ilmuwan Fotobiologi Beiersdorf menunjukkan bahwa intensitas cahaya biru buatan dari layar sebenarnya sangat kecil jika dibandingkan dengan cahaya matahari alami.
Bahkan, berada di depan monitor selama satu minggu penuh tanpa jeda dengan jarak sekitar 30 sentimeter dari layar menghasilkan paparan cahaya biru yang setara dengan hanya satu menit berada di luar ruangan pada hari musim panas yang cerah.
Jadi, meskipun mekanisme biologis yang berkaitan dengan kerusakan akibat cahaya biru memang nyata, cahaya matahari yang masuk melalui jendela rumah atau pencahayaan LED di dalam ruangan justru menjadi sumber paparan cahaya tampak yang jauh lebih kuat dibandingkan layar laptop.
Layar ponsel tidak akan membuat kulitmu tiba-tiba menua dalam semalam. Namun, paparan cahaya biru dari lingkungan modern yang banyak menggunakan perangkat digital dan menghabiskan waktu di dalam ruangan dapat terakumulasi seiring waktu.
Dengan menambahkan tabir surya berwarna dan antioksidan ke dalam rutinitas perawatan kulit, serta menggunakan perangkat dengan lebih bijak, kamu bisa membantu menjaga kulit tetap terlindungi, cerah, dan sehat di tengah kehidupan yang semakin bergantung pada teknologi.
(Agustina Wulandari )