JAKARTA - Tidur tidak selalu membuat seseorang sepenuhnya tidak aktif. Dalam kondisi tertentu, seseorang dapat melakukan berbagai aktivitas tanpa menyadarinya, mulai dari berjalan hingga berbicara. Namun, ada pula fenomena tidur yang membuat seseorang melakukan perilaku seksual tanpa berada dalam kondisi sadar, yang dikenal sebagai seksomnia.
Edukator sekaligus pakar tidur Indonesia, Vishal Dasani, menjelaskan bahwa seksomnia merupakan salah satu bentuk parasomnia, yakni kondisi ketika seseorang melakukan perilaku tertentu saat masih tertidur. Fenomena ini memiliki kemiripan dengan sleepwalking atau berjalan saat tidur.
Perbedaannya terletak pada jenis aktivitas yang dilakukan. Pada seksomnia, perilaku yang muncul berkaitan dengan aktivitas seksual dan dapat terjadi tanpa kesadaran penderitanya.
“Seksomnia termasuk parasomnia, sederhananya kondisi ketika seseorang melakukan sesuatu saat dia sebenarnya masih tidur seperti sleepwalking atau sleep talking. Bedanya pada seksomnia, perilakunya bersifat seksual. Bisa berupa menyentuh diri sendiri, mengeluarkan suara seksual, sampai mencoba menginisiasi aktivitas seksual dengan pasangan,” kata Vishal.
Seksomnia tidak selalu melibatkan pasangan. Dalam sejumlah kondisi, seseorang dapat melakukan aktivitas seksual terhadap dirinya sendiri ketika sedang tidur, termasuk masturbasi, tanpa menyadari tindakan tersebut.
“Nah, ini yang membuat seksomnia sangat menarik, karena ternyata tidak harus melibatkan orang lain. Ada juga kasus orang yang masturbasi saat sedang tidur lalu ketika bangun, dia tidak ingat sudah melakukannya,” lanjutnya.
Vishal menjelaskan, seksomnia dapat terjadi ketika otak berada dalam kondisi di antara tidur dan terjaga. Sebagian fungsi otak yang mengatur gerakan tubuh dapat bekerja, sementara bagian yang berkaitan dengan kesadaran dan pembentukan ingatan belum sepenuhnya aktif.