JAKARTA — Berbagai cara kerap dicoba ibu hamil menjelang persalinan dengan harapan kontraksi segera muncul dan proses kelahiran berlangsung lebih cepat. Kurma hingga akar rumput Fatimah menjadi dua bahan yang cukup sering dikaitkan dengan upaya memicu persalinan. Namun, benarkah keduanya efektif dan aman secara medis?
Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi, dr. Fajar Alam, menjelaskan bahwa kurma memang memiliki kandungan nutrisi yang baik untuk ibu hamil. Kendati demikian, mengonsumsi kurma tidak serta-merta dapat mempercepat kelahiran.
Dalam unggahan video di akun Instagram-nya, dr. Fajar menceritakan pengalamannya ketika menemui pasien hamil yang sengaja membeli kurma dalam jumlah banyak karena berharap persalinannya segera berlangsung. Pasien tersebut diketahui telah memasuki usia kehamilan sekitar 36 minggu.
“Benar enggak sih kurma ini bisa mempercepat lahiran? Ya, jadi tadi ada pasien bawa dua box kurma di hamil trimester ketiga kira-kira 36 minggu tadi. Dia cerita, ‘Dok, saya beli box kurma ini dua biji itu tujuannya supaya saya tuh pengin cepat lahiran’,” kata dr. Fajar, dikutip Sabtu (15/8/2026).
Menurutnya, kurma tetap dapat menjadi bagian dari pola makan ibu hamil karena mengandung sejumlah nutrisi, termasuk gula alami dan serat. Namun, manfaat tersebut tidak dapat disamakan dengan obat atau metode induksi persalinan.
“Nah, sebetulnya kurma itu buah-buahan yang baik. Mengandung glukosa yang baik, terus juga dia mengandung serat juga, ini bagus. Tapi bukan klaim untuk mempercepat lahiran,” jelasnya.
dr. Fajar menambahkan, waktu dimulainya persalinan tidak dapat dipastikan hanya dengan mengonsumsi makanan tertentu. Setiap kehamilan memiliki kondisi dan perjalanan yang berbeda sehingga waktu persalinan tidak bisa dipaksakan hanya berdasarkan keinginan untuk melahirkan lebih cepat.
“Sampai saat ini manusia itu belum mengetahui dengan pasti kapan tanda-tanda lahiran itu muncul, itu misteri. Udah diatur sama Allah, lainnya tuh kapan, bisa lahir atau enggak. Jadi belum ada yang bisa memastikan kapan lahirnya,” tuturnya.
Ia kembali menegaskan bahwa kurma tidak dapat dijadikan cara untuk mempercepat persalinan.
“Terus untuk mempercepat kelahiran apakah dengan kurma ini betul? Sebetulnya dokter dengan halus menghormati kurma itu makanan yang baik, tapi tidak mempercepat proses lahiran,” tambahnya.
Selain kurma, dr. Fajar mengingatkan ibu hamil agar tidak sembarangan mengonsumsi bahan herbal atau zat tertentu yang dipercaya dapat merangsang kontraksi. Salah satunya adalah akar rumput Fatimah yang kerap digunakan secara tradisional menjelang persalinan.
Menurutnya, penggunaan bahan tersebut justru perlu dihindari karena dapat memicu kontraksi rahim secara tiba-tiba dan sulit dikendalikan. Kondisi tersebut berpotensi membahayakan ibu maupun janin.
“Terus juga jangan mencari-cari zat-zat lainnya, seperti akar rumput Fatimah. Itu memang bisa menyebabkan cepat lahirannya atau tiba-tiba kencang-kencang yang drastis muncul tiba-tiba dan enggak bisa dikontrol,” tegas dr. Fajar.
Karena itu, ibu hamil sebaiknya tidak mencoba berbagai cara untuk memicu persalinan tanpa berkonsultasi dengan dokter. Menjaga asupan nutrisi, memantau kondisi kehamilan, serta mengikuti anjuran dokter kandungan menjadi langkah yang lebih aman hingga tiba waktunya persalinan.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)