Sementara, gejala ketiga adalah nyeri tumit yang terasa lebih erat setelah aktivitas fisik atau berjalan di alas yang keras atau naik turun tangga. Lantas, siapa saja yang paling rentan mengalami peradangan jaringan tumit ini? Menurutnya, ada beberapa faktor bentuk tubuh, kebiasaan, hingga pilihan alas kaki yang memperbesar risiko seseorang terkena plantar fasciitis.
"Siapa yang gampang terkena plantar fasciitis, nyeri di tumit kaki? Satu, bentuk kaki yang datar, dua overweight, tiga overuse, latihanmu berlebihan dan tanpa pemanasan, empat, sepatu yang sempit atau insole sangat tipis. Lima, suka sepatu high heels," tuturnya.
Meski nyeri yang ditimbulkan bisa sangat mengganggu, penanganan plantar fasciitis tidak selalu membutuhkan tindakan medis berat. Sebelum mempertimbangkan opsi tindakan operasi, terdapat penanganan konservatif yang cukup efektif untuk meredakan peradangan dan nyeri.
Dokter Fajar membagikan langkah-langkah praktis yang dapat dilakukan penderita di rumah maupun melalui bantuan medis dasar. "Ini tujuh solusi selain suntik dan operasi. Satu istirahatkan, dua kompres es, tiga pakai bidai atau orthosis malam hari dipakai saat tidur, empat fisioterapi, yang kelima, minum obat-obatan radang dan antinyeri, enam pakai tambahan insol atau alas kaki," ucapnya.
(Agustina Wulandari )