Kandungan air dan serat di dalam mentimun sangat bersahabat untuk ususmu. Serat membantu memadatkan tinja dan mengatur pergerakan usus agar tetap teratur, sehingga kamu bisa terhindar dari masalah sembelit (susah buang air besar).
Mentimun sangat aman dijadikan camilan karena memiliki indeks glikemik yang rendah. Artinya, buah ini tidak akan memicu lonjakan gula darah secara drastis setelah kamu memakannya. Beberapa penelitian bahkan menunjukkan bahwa mentimun berpotensi membantu mencegah komplikasi terkait diabetes.
Jangan salah, mentimun juga mengandung vitamin K yang cukup tinggi. Vitamin K berperan penting dalam membantu tubuh menyerap kalsium. Jika penyerapan kalsium optimal, kepadatan tulangmu akan tetap terjaga dan risiko tulang rapuh atau patah bisa dikurangi.
Untuk mendapatkan nutrisi yang paling maksimal, cobalah untuk memakan mentimun bersama kulitnya. Kulit mentimun adalah sumber utama serat, vitamin, dan mineral. Pastikan saja kamu mencucinya dengan air mengalir sampai benar-benar bersih sebelum disantap, ya!
(Agustina Wulandari )