Nah, langkah selanjutnya biasanya pelaku mengajak berkenalan dan membangun hubungan emosional yang kuat dengan korban. Pelaku memberikan perhatian berlebihan, pujian, dan kata-kata manis. Bahkan menciptakan kesan kedekatan dan menumbuhkan rasa saling percaya.
Pelaku akan berusaha membuat korban merasa sangat dicintai dan dihargai. Mereka akan membahas rencana masa depan bersama, bahkan berjanji untuk bertemu dan menikah. Semua ini adalah upaya untuk memanipulasi emosi korban agar menjadi tergantung secara emosional.
Setelah korban terjerat secara emosional, pelaku akan mulai melancarkan aksi penipuannya. Mereka akan meminta uang dengan berbagai alasan yang mendesak dan seringkali dramatis. Biasanya mereka akan menggunakan alasan seperti biaya darurat medis, masalah bisnis/investasi, biaya perjalanan/visa, masalah hukum, dan bea cukai/pajak untuk barang kiriman.
Tentu saja setelah berhasil membujuk korban memberikan uang, pelaku biasanya akan menghilang begitu saja. Mereka akan memblokir semua kontak dan tidak bisa dihubungi lagi. Korban akan menyadari telah ditipu setelah kehilangan sejumlah besar uang dan merasakan sakit hati yang mendalam.
Jadi, kalau tiba-tiba kamu bertemu seorang pria di media sosial, wajib waspada ya! Jangan langsung percaya dengan ketampanan dan kemapanan. Kenali ciri-cirinya dan segera tinggalkan jika kamu menemukan kejanggalan!
(Agustina Wulandari )