Mengapa Skoliosis Lebih Berisiko Memburuk pada Perempuan? Kenali Tandanya sejak Remaja

Anindita Trinoviana, Jurnalis
Rabu 05 Agustus 2026 13:26 WIB
Kenali tanda skoliosis sejak remaja. (Foto: dok Magnific/stefarmepik)
Share :

Scoliosis Research Society merekomendasikan pemeriksaan skoliosis pada anak perempuan dilakukan sekitar usia 10 dan 12 tahun, sedangkan pada anak laki-laki umumnya dilakukan pada usia 12 hingga 13 tahun.

Bukan berarti setiap perubahan postur merupakan skoliosis. Namun, pemeriksaan lebih awal memberikan kesempatan untuk mengetahui kondisi tulang belakang sebelum kelengkungan menjadi semakin signifikan.

Hal ini penting karena pendekatan terhadap skoliosis tidak hanya ditentukan oleh ada atau tidaknya kelengkungan, tetapi juga berdasarkan besarnya kurva, usia, kematangan tulang, pola kurva, serta kemungkinan kondisi tersebut berkembang.

Jangan Menunggu sampai Postur Terlihat Sangat Berbeda

Salah satu kesalahan yang sering terjadi adalah baru melakukan pemeriksaan ketika perubahan bentuk tubuh sudah terlihat jelas. Padahal, skoliosis ringan dapat terlihat sangat subtil.

Saat mengenakan pakaian, misalnya, salah satu tali baju mungkin terasa lebih mudah turun. Bagian bawah pakaian dapat tampak tidak sejajar. Ketika berdiri di depan cermin, posisi bahu atau pinggang juga bisa terlihat sedikit berbeda antara sisi kanan dan kiri.

Perubahan seperti ini tidak otomatis berarti seseorang mengalami skoliosis, tetapi dapat menjadi alasan untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Evaluasi biasanya dimulai dengan pemeriksaan fisik. Salah satu metode yang umum digunakan adalah Adam's Forward Bend Test, yaitu pemeriksaan saat seseorang membungkukkan tubuh ke depan untuk melihat adanya asimetri pada punggung.

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya