JAKARTA – Nama Mar Galcerán mencatatkan sejarah baru dalam dunia politik Eropa. Perempuan asal Spanyol itu menjadi anggota parlemen pertama di negaranya yang hidup dengan Down syndrome, sekaligus diyakini sebagai orang pertama dengan kondisi tersebut yang berhasil menduduki kursi parlemen di tingkat regional maupun nasional di Eropa.
Pencapaian tersebut menjadi tonggak penting bagi perjuangan inklusi penyandang disabilitas intelektual dalam dunia politik. Bagi Galcerán, keberhasilannya bukan sekadar pencapaian pribadi, tetapi juga bukti bahwa penyandang Down syndrome mampu berkontribusi di ruang publik.
“Ini adalah sesuatu yang belum pernah terjadi sebelumnya. Masyarakat mulai menyadari bahwa penyandang Down syndrome memiliki banyak hal untuk diberikan, meski perjuangan menuju kesetaraan masih panjang,” ujarnya, dikutip dari The Guardian.
Galcerán mulai aktif di dunia politik ketika berusia 18 tahun dengan bergabung ke Partai Rakyat (Partido Popular/PP), partai konservatif di Spanyol. Ia mengaku tertarik dengan nilai-nilai yang diusung partai tersebut dan perlahan membangun karier melalui berbagai posisi di internal organisasi.
Dedikasinya selama bertahun-tahun membuahkan hasil ketika namanya masuk dalam daftar calon legislatif Partai Rakyat untuk pemilihan parlemen regional Valencia. Setelah pemilu berlangsung, Galcerán berhasil memperoleh kursi di parlemen daerah tersebut.
Keberhasilannya disambut positif oleh pimpinan PP wilayah Valencia, Carlos Mazón, yang menyebut terpilihnya Galcerán sebagai kabar baik bagi dunia politik sekaligus simbol keberhasilan menghapus berbagai hambatan.