Dokter Ungkap 5 Wewangian Kimia Ini Bisa Bikin Ginjal Rusak, Ini Penjelasannya!

Agustina Wulandari , Jurnalis
Jum'at 31 Juli 2026 10:02 WIB
Ilustrasi wewangian kimia. (Foto: dok Magnific)
Share :

JAKARTA - Kebanyakan orang tahu kalau pola makan tinggi minyak, garam, gula, atau makanan olahan bisa merusak ginjal. Sayangnya, banyak yang mengabaikan penyebab lainnya, yaitu pewangi dengan bahan kimia. 

Melansir The Standard, seorang ahli mengingatkan bahwa bukan cuma paru-paru yang kena dampaknya, tetapi juga bisa merusak ginjal saat menghirup aroma kimia di ruang tertutup.

Benarkah Wewangian Kimia Bisa Merusak Ginjal? 

Dokter spesialis ginjal Hong Yong-xiang menjelaskan, selain faktor penyakit seperti penyakit ginjal diabetik dan glomerulonefritis, faktor kebiasaan sehari-hari juga bisa jadi perusak ginjal. 

Ia menyoroti bahwa banyak orang mengira wewangian kimia cuma menyerang paru-paru, padahal ginjal juga bisa rusak. Ia menjelaskan, "Aroma apel atau mawar yang alami cuma bisa tercium dari jarak dekat.”

Sebaliknya, parfum komersial dan pengharum ruangan yang wanginya bisa menyebar jauh biasanya mengandung pelarut organik, bahan pengikat (fiksatif), aldehida, eter, dan ftalat atau hormon lingkungan yang berbahaya buat tubuh.

Banyak yang berasumsi cuma parfum murahan yang banyak bahan kimianya, padahal tidak selalu begitu. Dokter Hong menambahkan, "Aroma apa pun yang terlalu kuat secara tidak wajar dan baunya terasa seperti wewangian buatan biasanya punya kandungan kimia yang tinggi."

Selain parfum, dr. Hong merangkum 5 produk beraroma yang harus diwaspadai:

1. Pengharum Mobil

Bagian dalam mobil adalah ruang kecil yang tertutup. Kalau pengharum ditaruh di dalam, zat fiksatif dan pelarut organiknya bakal keluar terus-menerus selama 24 jam. 

Karena kabinnya tertutup rapat, konsentrasi zat-zat ini jadi jauh lebih tinggi daripada di ruangan biasa, sehingga sangat bahaya kalau dihirup dalam jangka panjang.

2. Pewangi Toilet

Pewangi berkualitas rendah biasa digunakan untuk menyamarkan bau. Sayangnya, aroma kimia yang bercampur dengan bau busuk malah menciptakan gas berbahaya yang jauh lebih kompleks. Sebaiknya, ada ventilasi yang memadai untuk membuang bau sekaligus mencegah tumbuhnya jamur dan bakteri.

3. Pelembut Pakaian

Banyak orang suka kalau hasil cuciannya wangi, karena mereka menganggap wangi itu tanda bersih. Padahal, studi menemukan kalau aroma yang keluar pas mesin pengering dibuka itu mengandung pelarut organik dalam jumlah besar seperti alkohol, aldehida, dan eter.

Zat ini bukan cuma merusak ginjal, tapi juga memicu risiko kanker. Dokter Hong menyarankan keluarga yang punya pasien gagal ginjal kronis untuk menjauhi produk wewangian kimia dan memilih alternatif yang lebih alami.

4. Dupa

Membakar bahan apa pun pasti menghasilkan PM2.5 (partikel polusi), hanya masalah seberapa banyak jumlahnya, meskipun yang dibakar itu kayu cendana alami. Hindari menghirup asap yang mengandung logam berat dan PM2.5 terlalu lama.

5. Asap Dapur 

Asap dapur sudah lama diketahui bisa memicu kanker paru-paru pada perempuan. Menumis daging dan protein dengan suhu tinggi menghasilkan asap yang mengandung zat karsinogen (pemicu kanker) kayak polycyclic aromatic hydrocarbons (PAHs), mirip dengan yang ada di asap knalpot motor. Selalu hidupkan exhaust fan saat masak dan kurangi menggoreng pakai suhu tinggi untuk melindungi ginjal dan paru-paru.

Menjaga kesehatan ginjal tidak cuma lewat makanan dan pemeriksaan rutin, pastikan sirkulasi udara di ruangan kamu lancar, pilih produk yang alami, dan kurangi paparan bahan kimia yang tidak perlu.

(Agustina Wulandari )

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya