Benarkah Minyak Kayu Putih Bisa Bikin Hama Kabur? Intip Caranya!

Agustina Wulandari , Jurnalis
Rabu 29 Juli 2026 13:03 WIB
Minyak kayu putih. (Foto: dok Magnific)
Share :

JAKARTA - Kamu mungkin sudah punya minyak kayu putih (ekaliptus) di rumah, entah untuk diffuser, digantung di kamar mandi, atau jadi minyak gosok. Ternyata, aromanya juga tidak disukai oleh hama lho!

Bau tajam dan herbalnya sangat asing bagi hewan pengerat atau serangga merayap di alam liar, dan ketidak familiar itu saja sudah cukup bikin mereka menjauh. Tapi masalahnya, cara yang sering dipakai orang dengan merendam kapas dan menaruhnya di tempat hama sering muncul ternyata kurang efektif. Ada metode yang lebih baik dan antiribet.

Cara Pakai Minyak Kayu Putih untuk Usir Hama

Dilansir dari The Optimist Daily, pakar pengendalian hama Jim McHale menyarankan penggunaan larutan berbahan dasar minyak (oil-based) yang dioleskan atau disemprot di titik masuk dan jalur yang dilewati hama dari luar, bukan di tempat kamu sudah melihat mereka berkeliaran.

Studi tahun 2014 tentang Minyak Ekaliptus sebagai Penolak (Repelan) Alami mengungkapkan, larutan lima persen (5 persen) di titik-titik tersebut bisa menangkal hewan pengerat dan serangga. Intinya, kamu menaruh aroma tersebut di jalur yang pasti mereka lewati, sebelum mereka berhasil masuk.

Gunakan trik ini setiap hari. Tanpa pemakaian ulang yang rutin, aromanya akan pudar dan efek penangkalnya juga hilang. Kelilingi dulu area rumahmu dan tutup semua celah, karena minyak ini akan bekerja paling maksimal kalau jalan masuk mereka juga sudah diminimalisasi sejak awal.

Sebagai perhatian, minyak kayu putih murni itu beracun bagi hewan peliharaan dan anak kecil. Pastikan selalu encerkan dulu sebelum dipakai, dan jauhkan permukaan yang sudah diolesi/disemprot dari jangkauan mereka sampai benar-benar kering. Kalau kamu punya hewan peliharaan di rumah, bagian ini harus benar-benar diperhatikan.

McHale menyarankan, pengendalian hama selalu bekerja lebih baik kalau dikombinasikan, jangan cuma mengandalkan satu cara saja. Menyingkirkan sumber makanan, menutup titik masuk, dan membuang tempat yang bisa jadi sarang adalah hal penting yang harus dilakukan berbarengan dengan penggunaan penangkal.

(Agustina Wulandari )

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya