3. Menarik diri dari lingkungan sekitar
Orang yang sedang mengalami krisis sering kali mengurangi interaksi dengan keluarga, teman, maupun aktivitas yang sebelumnya disukai. Mereka lebih memilih menyendiri, sulit diajak berkomunikasi, dan tampak kehilangan minat terhadap berbagai hal yang dulu membuatnya bahagia.
4. Memberikan barang berharga atau berpamitan
Seseorang yang berisiko bunuh diri terkadang mulai membereskan urusan pribadinya, seperti membagikan barang-barang kesayangan, membuat surat wasiat, atau berpamitan kepada orang-orang terdekat dengan cara yang tidak biasa. Perubahan perilaku seperti ini patut mendapat perhatian serius.
5. Merasa putus asa dan menjadi sangat tenang secara tiba-tiba
Perasaan tidak memiliki harapan, merasa menjadi beban, atau yakin bahwa hidup tidak akan membaik merupakan faktor yang perlu diwaspadai. Menariknya, pada sebagian kasus seseorang justru tampak jauh lebih tenang setelah sebelumnya mengalami tekanan emosional berat. Perubahan ini bisa saja terjadi karena ia telah mengambil keputusan terkait bunuh diri, sehingga tidak boleh diabaikan.