Panas Terik Bisa Picu Eksim, Kenali Penyebab dan Cara Merawat Kulit Sensitif

Niko Prayoga , Jurnalis
Sabtu 25 Juli 2026 09:05 WIB
Kulit kemerahan. (Foto: Freepik)
Share :

PERMASALAHAN kulit seperti eksim dan kerusakan benteng pertahanan kulit (skin barrier) kerap dikeluhkan masyarakat. Utamanya terjadi saat perubahan cuaca yang ekstrem.

Namun, tidak perlu khawatir. Ternyata, ada cara jitu untuk mewarat kulit karena eksim tersebut.

1. Panas Terik Bisa Picu Eksim

Dokter sekaligus influencer kesehatan, dr. Aditya Surya Pratama dalam unggahan video di akun Instagramnya mengungkapkan bahwa kemerahan yang bertahan lama pada kulit sering kali menjadi sinyal utama bahwa skin barrier mengalami kerusakan. Salah satu kondisi medis yang paling sering menyertainya adalah eksim.

"Merah yang kayak gini tuh kayak sebulan atau sebulan lebih lah. Siapa yang sering ngalamin ini nih? Di mana ini adalah tanda skin barrier kamu lagi rusak," kata dr. Aditya.

Menurutnya, eksim dan gangguan pertahanan kulit tidak terjadi begitu saja, melainkan dipicu oleh berbagai faktor internal maupun eksternal. Di antaranya, kehilangan air berlebih hingga lingkungan dan cuaca.

“Jadi salah satu yang paling sering dialami adalah eksim. Yang ini disebabkan karena banyak hal: kehilangan air berlebih atau transepidermal water loss, terus gangguan sistem imun, faktor lingkungan, atau cuaca yang lagi panas, bahkan sampai skin barrier-nya yang lagi rusak,” ungkap dia.

Kerusakan pada skin barrier membuat kulit kehilangan kelembaban alami (transepidermal water loss) dan menjadi lebih sensitif terhadap iritasi luar. Hal ini memicu munculnya reaksi kemerahan atau flare up.

 

2. Cara Mengatasinya

Untuk meredakan peradangan saat kulit tengah sensitif, kunci utamanya terletak pada pemulihan skin barrier. Dokter Adit menyarankan penggunaan produk pelembab intensif yang aman untuk kulit sensitif, seperti kandungan Panthenol (B5) dan Cica Complex yang mampu menenangkan (calming) sekaligus memperkuat pertahanan kulit.

Meski perawatan mandiri di rumah menggunakan krim pelembab berlabel dermatologist tested, bebas alkohol, dan bebas wewangian (fragrance-free) dapat membantu meredakan gejala awal, dr. Adit mengingatkan masyarakat untuk tetap bijak dalam mengamati perkembangan kondisi kulit mereka.

dr. Adit menegaskan bahwa penanganan mandiri memiliki batasan. Utamanya, jika kondisi eksim tak kunjung membaik atau justru menunjukan pemburukan.

“Tapi ingat satu hal, kalau misalnya kondisi eksim kalian ini makin parah, tetap harus konsultasi ke dokter kulit dulu,” tegas dr. Adit.

dr. Aditya juga mengimbau masyarakat untuk segera merawat kulit yang mengalami kemerahan atau iritasi dan tidak membiarkannya tanpa penanganan, agar tidak memicu komplikasi infeksi kulit yang lebih berat.

(Djanti Virantika)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya