JAKARTA - Apakah ramuan tradisional benar ampuh untuk mengobati penyakit? Misalnya, minum teh herbal saat sedang pilek, atau memakai minyak esensial agar bisa tidur nyenyak.
Mungkin kamu pernah mendengar teknik pengobatan tersebut dari orang tua atau dari hasil mencari di internet. Pertanyaannya, apakah ramuan rumahan ini benar-benar manjur atau sekadar efek plasebo (sugesti)?
Para ilmuwan telah meneliti hal ini di laboratorium. Hasilnya? Beberapa bahan alami di sekitar kita memang punya khasiat yang nyata. Buat kamu yang butuh bukti ilmiah sebelum mencoba, berikut adalah 9 pengobatan alami yang didukung oleh sains, dirangkum dari situs kesehatan Healthline.
Siapa yang tidak kenal kunyit? Bumbu dapur berwarna kuning ini sudah digunakan selama hampir 4.000 tahun. Kunyit memiliki senyawa bernama kurkumin yang sangat bagus untuk meredakan nyeri, terutama yang berkaitan dengan peradangan.
Beberapa penelitian bahkan menyebutkan bahwa ekstrak kunyit bisa seefektif obat antiinflamasi (seperti ibuprofen) untuk meredakan nyeri sendi. Agar efeknya terasa, kamu bisa rutin mengonsumsinya dan jangan lupa tambahkan lada hitam agar tubuh lebih mudah menyerap kurkumin.
Senyawa aktif dalam cabai yang bernama kapsaisin (capsaicin) kini sangat populer sebagai bahan topikal (oles) pereda nyeri. Cara kerjanya adalah dengan membuat area kulit terasa panas sebelum akhirnya memunculkan sensasi kebas.
Kalau kamu sedang pegal-pegal atau nyeri otot, kamu bisa membuat krim kapsaisin sendiri dengan mencampurkan bubuk cabai dengan minyak kelapa yang dipanaskan. Tapi pastikan untuk mencoba sedikit dulu di kulit, gunakan sarung tangan saat mengoleskan, dan jauhkan dari area mata!
Minum seduhan jahe saat sedang sakit tenggorokan, pilek, atau mual memang sudah jadi andalan. Namun, tahukah kamu bahwa jahe juga merupakan obat antiradang yang hebat?
Khasiat antiradang dari jahe bekerja dengan cara memblokir pembentukan senyawa penyebab peradangan di dalam tubuh, tanpa risiko efek samping yang sering ditemui pada obat pereda nyeri kimiawi (NSAID).
Jamur shitake mengandung ekstrak bernama lentinan atau AHCC yang punya sifat antioksidan dan antiradang hingga tingkat sel. Studi menunjukkan bahwa konsumsi jamur shitake secara rutin (5 hingga 10 gram sehari) selama empat minggu dapat membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh manusia. Sangat cocok ditambahkan ke dalam sup kaldu buatanmu di rumah!
Minyak ekaliptus mengandung komponen 1,8-cineole yang terbukti bisa meredakan nyeri. Buat kamu pencinta balsam gosok yang sering dihirup saat hidung tersumbat, ekaliptus adalah bahan ajaib di baliknya.
Selain melegakan pernapasan, menghirup minyak ini juga bisa membantu meredakan nyeri tubuh. Namun, hati-hati karena aroma ekaliptus mungkin tidak cocok untuk penderita asma, bayi, dan hewan peliharaan.
Sedang pusing, migrain, stres, atau susah tidur? Menghirup aroma lavender bisa menjadi solusinya. Berbagai studi menunjukkan bahwa lavender sangat efektif untuk menurunkan tingkat kecemasan, menenangkan pikiran, dan membantu tidur lebih nyenyak.
Kamu bisa meminum teh lavender atau menggunakan minyak esensialnya. Namun, selalu ingat untuk mengencerkan minyak esensial terlebih dahulu sebelum mengoleskannya ke kulit agar tidak iritasi.
Daun mint punya beberapa jenis dengan manfaat yang berbeda. Jenis wintergreen bagus untuk nyeri sendi dan otot karena memberikan sensasi dingin seperti terbakar ringan sebelum memunculkan efek kebas. Sementara itu, peppermint sangat efektif untuk mengatasi masalah pencernaan, khususnya meredakan kram, diare, dan sakit perut akibat sindrom usus rengsa (IBS).
Biji klabet sering dipakai sebagai bumbu masakan di Asia dan Timur Tengah. Saat diseduh menjadi teh, klabet terbukti secara ilmiah dapat membantu memperlancar produksi ASI bagi ibu menyusui. Selain itu, karena mengandung serat larut air yang tinggi, klabet bagus untuk memadatkan feses saat diare dan membantu mengontrol kadar gula darah pada penderita diabetes.
Sering merasa nyeri otot, gampang lelah, migrain, atau suasana hati terasa hampa? Bisa jadi kamu kekurangan magnesium. Magnesium sangat penting untuk fungsi saraf dan otot.
Kamu tidak selalu butuh suplemen mahal; cukup perbanyak konsumsi makanan lezat seperti bayam, almond, alpukat, tahu, kacang-kacangan, ikan berlemak (seperti salmon), hingga cokelat hitam. Magnesium juga bekerja sama dengan sistem saraf parasimpatik yang membantu menjaga tubuh tetap tenang dan santai.
Walaupun semua ramuan di atas bersifat alami dan didukung oleh ilmu pengetahuan, segala sesuatu yang berlebihan tentu tidak baik. Apa yang berhasil di sebuah penelitian mungkin tidak selalu cocok untuk tubuh semua orang.
(Agustina Wulandari )