Karyawan toko kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada polisi. Kepada penyidik, korban mengaku tidak bisa segera melarikan diri karena merasa takut terhadap Sakurai.
"Saya takut pada Sakurai, jadi saya tidak bisa langsung melarikan diri," ujar korban.
Laporan Kyodo News menyebut kedua perempuan tersebut telah tinggal bersama di rumah Sakurai sejak sekitar April 2025. Polisi juga mengungkapkan bahwa ada beberapa orang lain yang turut tinggal di rumah tersebut.
Saat ini, para penghuni lain sedang dimintai keterangan sebagai bagian dari proses penyelidikan. Polisi juga mempertimbangkan kemungkinan adanya saksi yang berada di lokasi saat insiden terjadi.
Menurut laporan The Straits Times, sejumlah kenalan Sakurai mengatakan bahwa ia kerap memberikan tempat tinggal kepada orang-orang yang meninggalkan rumah mereka serta membantu sebagian dari mereka mendapatkan pekerjaan. Hal itu diduga membuat beberapa orang pernah tinggal di rumah tersebut pada waktu yang berbeda.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)