JAKARTA - Setiap anak pasti pernah mengalami pasang surut emosi. Kadang mereka terlihat sangat ceria, tetapi ada kalanya mereka sedih, murung, atau jengkel. Ini adalah hal yang wajar. Namun, kalau perasaan ini berlangsung lebih dari dua minggu, bisa jadi itu adalah tanda depresi.
Berbeda dengan sekadar merasa sedih karena nilai ujian yang jelek atau habis bertengkar dengan teman, depresi adalah gangguan suasana hati yang serius. Kondisi ini bisa mengganggu aktivitas harian, jam tidur, nafsu makan, hingga hubungan anak dengan keluarga dan teman-temannya.
Melansir Cleveland Clinic, depresi tidak hanya memiliki satu wajah. Ada beberapa jenis depresi yang bisa dialami oleh anak-anak dan remaja, yaitu:
Depresi pada anak kadang terlihat berbeda dibandingkan orang dewasa. Sebagai orang tua, Moms perlu waspada jika anak menunjukkan tanda-tanda berikut:
Para ahli belum mengetahui secara pasti apa penyebab utama depresi pada anak. Namun, kombinasi antara faktor genetik dan lingkungan sangat berpengaruh. Beberapa pemicunya meliputi:
Jika anak menunjukkan gejala depresi selama lebih dari dua minggu, segera konsultasikan ke dokter anak. Dokter biasanya akan memeriksa dulu apakah ada penyakit fisik, seperti kurang vitamin D, masalah tiroid, atau anemia yang menyebabkan perubahan suasana hati tersebut.
Jika dipastikan karena masalah kesehatan mental, dokter akan merujuk anak ke psikolog atau psikiater. Penanganan utamanya meliputi:
Moms mungkin tidak selalu bisa mencegah anak mengalami depresi, apalagi jika ada faktor genetik di baliknya. Namun, dukungan orang tua adalah kunci utama dalam proses pemulihannya.
Cobalah untuk selalu mendengarkan keluh kesah mereka tanpa menghakimi. Ciptakan lingkungan rumah yang aman, pastikan anak tidur cukup, makan makanan bergizi, dan rutin berolahraga. Moms juga bisa membantu dengan mencatat perubahan suasana hati, jam tidur, serta nafsu makannya untuk dilaporkan kepada dokter saat sesi konsultasi.
Satu hal yang penting untuk diingat: depresi pada anak bukanlah salah siapa-siapa. Jangan merasa bersalah atau gagal sebagai orang tua.
Kondisi ini cukup umum dan yang terpenting, depresi bisa diobati. Jangan ragu untuk segera mencari bantuan profesional, terutama jika anak mulai menunjukkan tanda-tanda ingin menyakiti diri sendiri.
(Agustina Wulandari )