"Tulang mau memadat kalau dikasih kejutan, beban dadakan. Lompatan ngasih itu. Tumit mendarat, panggul kaget, naruh kalsium baru. Penelitian nunjukin lompatan paling ngefek di leher tulang paha. Kepadatannya naik sekitar 1,5 sampai 1,8 persen. Kedengarannya kecil, justru itu penting. Titik ini yang paling sering patah saat usia lanjut. Kalau bisa naik sedikit saja, dampaknya sudah sangat berarti," jelasnya.
Untuk memperoleh manfaat tersebut, ia menyarankan melakukan sekitar 50 lompatan sebanyak empat kali dalam seminggu. Latihan dapat dibagi ke dalam beberapa sesi sepanjang hari dan sebaiknya dilakukan tanpa alas kaki di atas permukaan lantai yang cukup keras. Saat mendarat, lutut dianjurkan sedikit ditekuk agar tekanan pada sendi tetap aman.
Menurut dr. Cecep, manfaat latihan ini juga dipengaruhi oleh usia. Pada orang yang lebih muda, peningkatan kepadatan tulang dapat terjadi di lebih banyak area. Sementara pada lansia, efeknya cenderung lebih terfokus pada leher tulang paha.
Bagi perempuan yang telah memasuki masa menopause, ia menyarankan agar latihan lompat dikombinasikan dengan latihan beban sehingga hasilnya lebih optimal.
Ia juga mengingatkan bahwa peningkatan kepadatan tulang tidak terjadi secara instan. Hasil latihan umumnya baru mulai terlihat setelah dilakukan secara konsisten selama setidaknya empat bulan.