Tidak membangun kampung atlet permanen dinilai memiliki sejumlah keuntungan, terutama dari sisi biaya dan efisiensi penggunaan fasilitas. Namun, keputusan tersebut juga memunculkan kekhawatiran dari beberapa atlet.
Sebagian peserta mengkhawatirkan adanya perbedaan fasilitas antara atlet yang tinggal di kontainer, hotel, maupun kapal pesiar. Kekhawatiran mengenai kemungkinan adanya perbedaan kualitas makanan dan kondisi tempat tinggal tergantung lokasi akomodasi.
Untuk mengurangi perbedaan tersebut, penyelenggara memastikan standar makanan akan dibuat seragam. Makanan juga disediakan di setiap lokasi penginapan.
Penggunaan kapal pesiar menjadi salah satu hal paling menarik dalam Asian Games 2026. Kapal tersebut dijadwalkan bersandar di Pelabuhan Nagoya selama penyelenggaraan.
Namun, karena Asian Games berlangsung bertepatan dengan musim topan di Jepang, muncul pertanyaan mengenai keamanan apabila terjadi gelombang tinggi, badai, atau risiko tsunami. Penyelenggara menyebut kapal dapat bergerak menuju area lepas pantai jika diperlukan.
Dalam kondisi tertentu, gelombang di laut lepas bisa lebih rendah dibandingkan area pelabuhan. Alhasil, kapal dinilai memiliki opsi evakuasi.
(Djanti Virantika)