"Secara permainan ini pure kesalahan saya. Pemain di posisi depan harusnya cukup melihat sedikit arah bola saat di-lob. Setelah itu langsung melihat ke arah lawan, atau menunduk, bahkan jongkok. Saya terlalu kepo dan terlalu lama melihat bola karena menunggu apakah bola akan memantul dulu, ingin tahu Panji akan lob lagi setelah memantul atau melakukan bajada, untuk mengatur posisi saya selanjutnya," jelas Desta.
Ia pun meminta publik untuk tidak menyalahkan Panji atas kejadian tersebut. Menurut Desta, rekannya itu bahkan sempat syok hingga menangis karena merasa bersalah.
"Jadi sekali lagi ini bukan salah Panji, tapi murni kesalahan saya sendiri. @panjiusetiawan setelah itu sampai terdiam dan menangis karena khawatir serta merasa bersalah," tambahnya.
Benturan keras tersebut membuat Desta langsung kehilangan penglihatan. Ia mengaku pandangannya berubah menjadi abu-abu hingga tidak bisa melihat sama sekali selama beberapa jam, sehingga harus segera dibawa ke rumah sakit menggunakan ambulans.
"Setelah kena pukulan itu, penglihatan abu-abu, tidak bisa melihat sama sekali. Dibawa pakai ambulans ke rumah sakit. Dua jam setelahnya pun masih belum bisa melihat. Saat dirujuk ke rumah sakit spesialis mata, dalam perjalanan penglihatan mulai berangsur muncul bayangan dan cahaya," ujarnya.
Setelah menjalani pemeriksaan menyeluruh di rumah sakit spesialis mata, Desta mendapat kabar bahwa retina, kornea, dan saraf matanya dalam kondisi baik. Namun, dokter menemukan adanya trauma benturan yang menyebabkan pendarahan pada lensa mata.