“Bila benjolan terasa keras, nyeri, tidak bisa masuk kembali, atau disertai muntah, anak sebaiknya segera dibawa ke fasilitas kesehatan,” jelas dr. Kozzy.
Selain itu, orang tua juga perlu waspada apabila benjolan tampak membesar, berwarna kemerahan, terasa keras saat disentuh, atau anak menjadi lemas dan tidak mau makan. Gejala-gejala itu dapat menandakan bahwa hernia telah mengalami komplikasi.
Kasus ini dapat ditangani dengan herniotomy. Yaitu tindakan operasi untuk mengembalikan jaringan ke posisi semula dan menutup celah hernia agar tidak muncul kembali.
Dalam beberapa kasus, prosedur ini dapat dilakukan menggunakan teknik laparoskopi melalui sayatan kecil dengan bantuan kamera. Namun penindakan ini tetap disesuaikan dengan kondisi masing-masing anak.
“Pendekatan laparoskopi dapat menjadi pilihan pada kasus tertentu. Namun, setiap anak perlu dinilai secara individual agar tindakan sesuai dengan kondisinya,” tutup dr. Kozzy.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)