JAKARTA - ADHD (Attention-Deficit/Hyperactivity Disorder) tak hanya terjadi pada anak-anak. Faktanya, kondisi ini juga bisa terbawa hingga usia dewasa, lho. Kalau kamu atau orang terdekatmu sering merasa kesulitan untuk fokus, mudah gelisah, atau susah mengatur waktu, bisa jadi itu adalah gejala ADHD pada orang dewasa.
Merujuk dari National Institute of Mental Health (NIMH), ada empat fakta penting yang wajib kamu ketahui tentang ADHD pada orang dewasa. Yuk, bahas satu per satu!
ADHD adalah gangguan perkembangan yang ditandai dengan pola kurangnya perhatian (inatensi), hiperaktivitas, dan impulsivitas yang terjadi secara terus-menerus. Seseorang bisa didiagnosis dengan salah satu dari tiga jenis ADHD, yaitu: tipe inatensi, tipe hiperaktif-impulsif, atau gabungan keduanya.
Orang dewasa dengan ADHD seringkali memiliki riwayat kesulitan belajar di sekolah, masalah pekerjaan, atau hubungan yang renggang dengan orang lain. Perlu diingat, karena ini adalah gangguan perkembangan, gejalanya pasti sudah bermula sejak masa kanak-kanak, meskipun diagnosisnya baru diketahui saat sudah dewasa.
Bagi penderita ADHD, gejala yang muncul bukanlah sekadar "sifat pelupa" biasa, melainkan bisa sangat mengganggu fungsi kehidupan sehari-hari. Beberapa masalah yang sering dialami orang dewasa dengan ADHD antara lain:
Memang, hampir semua orang pernah mengalami hal-hal di atas sesekali. Namun, bagi penderita ADHD, masalah ini terjadi lebih parah, persisten (berlangsung setidaknya selama 6 bulan), dan muncul di berbagai situasi. Kondisi ini juga sering memicu masalah mental lain, termasuk gangguan tidur yang dialami oleh sekitar 70 persen orang dewasa dengan ADHD.
Walaupun baru disadari saat dewasa, seseorang harus bisa membuktikan bahwa gejala tersebut sudah muncul sebelum mereka berusia 12 tahun. Perbedaan utamanya ada pada jumlah kriteria gejala. Orang dewasa (atau remaja di atas 16 tahun) cukup menunjukkan lima gejala saja, sedangkan anak-anak membutuhkan minimal enam gejala untuk bisa didiagnosis.
Lalu, bagaimana dokter tahu kalau seseorang punya gejala itu saat kecil? Biasanya, psikolog atau psikiater akan mewawancarai orang-orang terdekatmu, seperti keluarga, pasangan, atau teman lama, dan mungkin melihat catatan sekolahmu di masa lalu.
Banyak orang dewasa baru terdiagnosis karena berbagai alasan. Bisa jadi saat kecil, lingkungan dan orang tuanya sangat suportif sehingga gejalanya bisa terkelola dengan baik hingga mereka beranjak dewasa dan menghadapi tekanan pekerjaan. Pada perempuan, gejala ADHD juga lebih sering terlewatkan saat masih kanak-kanak.
Tak ada kata terlambat untuk mencari diagnosis. Jika kamu didiagnosis dengan ADHD di usia dewasa, jangan khawatir karena perawatan yang tepat bisa sangat membantu mengurangi gejala dan meningkatkan kualitas hidupmu. Dua metode perawatan yang paling umum adalah:
Menjalani hari-hari dengan ADHD mungkin terasa menantang, tetapi dengan dukungan dan penanganan yang tepat, orang dewasa dengan ADHD tetap bisa hidup dengan produktif dan sukses. Jika kamu merasa relate dengan ciri-ciri di atas, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan profesional kesehatan mental, ya!
(Agustina Wulandari )