JANGAN anggap sepele perut yang terasa tidak nyaman. Bisa jadi, pemicunya adalah bakteri baik yang tidak seimbang.
Ya, keluhan seputar pencernaan, seperti perut kembung atau begah, sering kali dianggap sebagai akibat dari salah konsumsi makanan. Padahal, banyak faktor yang bisa membuat organ pencernaan atau perut bisa menjadi tidak nyaman.
Dokter sekaligus influencer kesehatan, dr. Gia Pratama, dalam video edukasi yang diunggahan di akun Instagram pribadinya pencernaan yang terasa normal maupun tidak nyaman, dipengaruhi oleh mikroorganisme atau bakteri baik yang hidup di dalamnya.
dr. Gia menggambarkan saluran cerna seperti sebuah area urban yang padat, namun harus tetap teratur. Hal itu bertujuan agar fungsinya berjalan dengan baik.
"Karena ada satu dunia kecil di dalam tubuh kita, yaitu dunia bakteri baik di usus. Bayangkan usus itu seperti sebuah kota. Agar kota itu nyaman, rapi, dan seimbang, dibutuhkan banyak petugas dengan peran yang berbeda-beda," kata dr. Gia, dikutip Selasa (7/7/2026).
dr. Gia menjelaskan, di dalam usus tersebut, terdapat berbagai jenis bakteri baik atau probiotik yang memiliki fungsi spesifik demi menjaga kenyamanan perut kita. Seperti Lactobacillus Bulgaricus, Lactobacillus Acidophilus, Bifidobacterium, dan Streptococcus Thermophilus.
Lactobacillus bulgaricus merupakan bakteri baik yang berperan dalam keseimbangan usus. Bakteri tersebut membersihkan lingkungan isis dan mendukung lapisan pelindung agar usus tetap kuat.
"Lactobacillus bulgaricus ini sang penyeimbang. Dia seperti petugas kebersihan kota yang membantu menjaga lingkungan usus tetap seimbang dan mendukung lapisan pelindung usus agar tetap kuat," jelas dr. Gia.
Sementara itu, Lactobacillus acidophilus sendiri merupakan bakteri yang bertindak sebagai benteng pertahanan dari serangan mikroba jahat yang merugikan tubuh.
“Yang kedua, Lactobacillus acidophilus, sang pelindung. Dia seperti satpam kota, membantu menjaga keseimbangan bakteri baik dan membantu menekan pertumbuhan bakteri yang kurang bersahabat," jelasnya.
Kemudian, ada juga Bifidobacterium yang berfungsi memastikan semua proses pencernaan berjalan tanpa hambatan dan minim fluktuasi yang memicu rasa begah.
"Yang ketiga, Bifidobacterium ini sang penenang. Dia itu seperti petugas layanan masyarakat, membantu menjaga kenyamanan lingkungan usus sehingga sistem pencernaan bisa bekerja lebih optimal," tutur dr. Gia.
Terakhir, ada Streptococcus thermophilus yang berfungsi membantu tubuh mencerna zat-zat spesifik yang sering kali memicu alergi atau intoleransi, seperti laktosa pada susu.
"Terakhir, Streptococcus thermophilus, sang pengolah. Dia seperti tim pengolah bahan baku. Dia membantu memecah laktosa sehingga lebih mudah dicerna dan nutrisinya lebih siap dimanfaatkan oleh tubuh," papar dia.