Selain faktor biologis, isu mengenai peran lingkungan sosial dalam perkembangan LGBTQ juga kerap menjadi perbincangan. Dokter Bahrun Mubarok, M.Si berpendapat bahwa lingkungan tempat anak tumbuh, termasuk pola interaksi dengan keluarga dan teman sebaya, dapat memengaruhi proses pembentukan identitas diri.
Menurut dr. Bahrun, anak laki-laki yang lebih sering berinteraksi dengan teman perempuan atau cenderung menghindari teman laki-laki sebayanya perlu mendapat perhatian dari orangtua. Ia menilai peran ayah di rumah dan lingkungan pergaulan di luar rumah turut berkontribusi dalam pembentukan karakter maskulin seorang anak.
(Djanti Virantika)