Menurutnya, konsep longevity bukan hanya berfokus pada pengobatan ketika seseorang sudah sakit, melainkan mendorong masyarakat menjaga kesehatan sejak awal sebagai investasi di masa depan.
"Bukan hanya memikirkan apa yang dilakukan ketika sudah sakit. Sebelum sakit pun, kita harus memikirkan umur panjang secara menyeluruh, menua dengan sehat, dan hidup lebih lama. Jadi, ini waktu yang sangat tepat untuk memperkenalkan Longevity 5.0 di Indonesia," ujarnya.
Dr. Wei menjelaskan bahwa konsep longevity di Indonesia masih tergolong baru. Namun, penerapannya dapat dimulai dari langkah sederhana, seperti memilih makanan yang lebih sehat atau menerapkan konsep longevity food.
Sebagai contoh, menurutnya, makanan favorit masyarakat seperti nasi Padang dapat dimodifikasi menjadi versi yang lebih ramah bagi kesehatan dengan memilih lauk yang lebih sehat tanpa menghilangkan cita rasa khasnya.
Ia bahkan menilai istilah seperti "Longevity Nasi Padang" dapat lebih menarik perhatian masyarakat dibandingkan sekadar menggunakan istilah rendah lemak (low fat).