Jika kamu sudah merasakan tanda tersebut, alangkah baiknya jika menyarankan atau membawa pasangan untuk berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater. Hal ini perlu dilakukan untuk mengetahui kondisi mental dan psikologisnya.
Dengan bantuan psikolog dan psikiater, kamu bisa mengetahui apa penyebab katarsis negatif dari pasangan sampai dia bisa meluapkan emosi secara tidak wajar bahkan melakukan kekerasan fisik. Menurut dr. Aditya, kondisi tersebut bisa jadi disebabkan oleh pola asuh saat kecil yang menimbulkan trauma dalam diri dan tidak bisa ia luapkan.
Selain itu, masalah kepribadian dan kesehatan mental juga bisa menjadi penyebab dari luapan emosi yang tidak wajar dari pasangan kamu. Maka dari itu, sangat penting bagi kamu sebagai pasangan untuk membantu mengkonsultasikan pasangan kamu ke psikolog.
“Nah psikiater atau psikolog ini dapat membantu mencari penyebab yang mendasarinya. Biasanya bisa karena pola pengasuhan sejak kecil atau trauma yang belum terselesaikan, bahkan gangguan pengendalian emosi. Terus bisa juga karena masalah kepribadian, hingga kondisi kesehatan mental tertentu. Dan yang paling penting dipahami, mencari bantuan profesional itu bukan berarti seseorang itu gila,” tutur dr. Aditya.
Ia mengungkapkan bahwa kesehatan mental juga perlu diperiksa dan dijaga, apalagi jika sampai merugikan orang lain. Selain itu, untuk mengetahui penyebab dari perilaku ledakan emosional tersebut kita tidak perlu menerima perlakuan atau menjadi korban dari ledakan emosional pasangan kita.
“Jadi ini sama case-nya seperti kita memeriksa tubuh saat kita sedang sakit. Nah kesehatan mental juga ini perlu diperiksa ketika mulai menimbulkan dampak yang merugikan. Dan satu hal lagi, yang namanya memahami penyebab perilaku seseorang, itu tidak berarti kita harus menerima perlakuan yang menyakitkan atau mengancam,” pungkas dia.
(Djanti Virantika)