"Setiap kita ingin menyampaikan kekecewaan, itu malah merasa bersalah. Terus, setiap ingin menetapkan batasan, itu malah jadi takut dianggap jahat," ujarnya.
Karena itu, dr. Aditya menilai pola playing victim sebaiknya dihindari agar hubungan tetap sehat secara emosional.
Menurutnya, hubungan yang sehat dibangun atas dasar saling bertanggung jawab dan berani mengakui kesalahan, bukan saling menyalahkan atau memosisikan diri sebagai korban.
"Karena yang namanya mengakui kesalahan itu bukan tanda kelemahan, justru itu tanda kedewasaan emosional," pungkasnya.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)