JAKARTA – Kombinasi nasi, mi, kerupuk, hingga es teh manis kerap menjadi menu favorit masyarakat Indonesia. Meski terlihat biasa, dokter sekaligus edukator kesehatan dr. Cecep Hermawan mengingatkan bahwa beberapa kombinasi makanan tersebut dapat membuat asupan gizi tidak terserap secara optimal dan berpotensi meningkatkan risiko gangguan kesehatan jika terlalu sering dikonsumsi.
Dalam unggahan video di akun Instagramnya, dr. Cecep mengatakan ada tiga kombinasi makanan yang umum dikonsumsi sehari-hari, tetapi sebaiknya tidak dijadikan kebiasaan.
Kombo pertama adalah nasi yang dipadukan dengan mi, kemudian ditambah kerupuk. Menurutnya, kombinasi tersebut merupakan penumpukan sumber karbohidrat yang dapat memicu lonjakan gula darah.
"Nasi, lauk, mi atau makan tempe minumnya es teh manis. Kelihatannya sih aman, tapi tiga kombo favorit ini diam-diam bikin gizinya nggak maksimal," kata dr. Cecep.
Ia menjelaskan bahwa nasi, mi, dan kerupuk sama-sama merupakan sumber pati. Jika dikonsumsi bersamaan, kadar gula darah dapat meningkat lebih cepat sehingga tubuh menjadi mudah mengantuk dan lemas setelah makan.
"Satu, nasi, mi, plus kerupuk. Ini karbo tumpuk-tumpuk karbo. Semuanya sumber pati. Gula darah jadi naik cepat. Makanya habis makan kita gampang ngantuk berat, bukannya segar," ujarnya.
Kombinasi kedua yang perlu dihindari adalah tempe dengan es teh manis. Menurut dr. Cecep, kandungan tanin dalam teh dapat menghambat penyerapan zat besi nabati yang terdapat pada tempe.
"Dua, lauk tempe dibarengi teh manis. Zat besi nabati di tempe gampang keblokir tanin di teh. Itu lho yang bikin rasanya agak sepet. Lama-lama ini bisa bikin kita gampang lelah dan rentan kurang darah. Kasih jeda satu sampai dua jam kalau mau ngeteh," tuturnya.
Sementara itu, kombinasi ketiga adalah gorengan yang dikonsumsi bersama es teh manis. Menurutnya, makanan berlemak dapat memperlambat pengosongan lambung sehingga kadar gula dari minuman manis bertahan lebih lama di dalam darah.
"Tiga, gorengan pakai es teh manis. Minyak gorengan bikin lambung lama kosong. Jadi gula tehnya ketahan lebih lama di darah, plus lemaknya bikin trigliserida (lemak darah) naik," paparnya.
Jika kebiasaan tersebut dilakukan terus-menerus, menurut dr. Cecep, risiko meningkatnya kadar kolesterol dan lemak darah juga dapat bertambah. Karena itu, ia menyarankan memilih teh tawar apabila ingin mengonsumsi gorengan.
"Kalau keseringan, kolesterol ikut naik juga lho. Kalau pas makan gorengan, mending teh tawar. Memang sih sesekali boleh saja, tapi kombo kayak gini jangan diwajarkan buat tiap hari," pungkasnya.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)