Daging ayam sangat rentan terhadap kontaminasi bakteri Salmonella. Bakteri ini bisa bertahan dari proses memasak pertama jika penyimpanannya setelah matang tidak dilakukan dengan benar. Saat memanaskan ayam, pastikan suhunya benar-benar panas merata (minimal 74°C) untuk membunuh sisa bakteri.
Sayuran hijau seperti bayam kaya akan kandungan nitrat alami. Masalahnya, jika dipanaskan ulang, nitrat ini bisa berubah menjadi nitrit, lalu bertransformasi lagi menjadi nitrosamina. Senyawa ini bersifat karsinogenik alias berpotensi memicu kanker.
Memanaskan minyak goreng secara berulang-ulang, terutama minyak yang tinggi lemak tak jenuh, bisa memicu proses oksidasi. Hal ini akan menghasilkan radikal bebas yang berisiko menyebabkan peradangan dan stres oksidatif pada jaringan tubuh.
Memanaskan telur, khususnya telur rebus, bisa melepaskan senyawa sulfur. Selain menimbulkan aroma yang kurang sedap, pemanasan ulang juga bisa merusak tekstur dan mengubah rasa asli telur.
Kentang yang dipanaskan kembali bisa mengalami perubahan pada struktur patinya. Jika kentang matang tidak langsung disimpan di kulkas dan dibiarkan begitu saja, ada risiko pertumbuhan bakteri atau munculnya zat solanin yang bisa memicu mual serta muntah.