Tak hanya dipicu oleh fantasi, mimpi basah juga bisa terjadi ketika seseorang sedang mengalami frustrasi seksual. Dalam kondisi tersebut, alam bawah sadar dapat mengekspresikan keinginan yang belum terpenuhi melalui mimpi.
Sebaliknya, pengalaman seksual yang memuaskan bersama pasangan juga dapat memengaruhi isi mimpi. Menurut Suwinyattichaiporn, mimpi erotis terkadang merupakan kelanjutan dari pengalaman menyenangkan yang baru saja dialami.
Sementara itu, psikoterapis dan pakar hubungan Tammy Nelson mengatakan bahwa tokoh maupun situasi yang muncul dalam mimpi tidak selalu mencerminkan keinginan nyata seseorang. Mimpi lebih sering bersifat simbolis dan menggambarkan kondisi emosional atau kebutuhan tertentu.
Misalnya, mimpi seksual bisa mencerminkan keinginan untuk lebih percaya diri, kebutuhan akan kedekatan emosional, rasa ingin mengambil kendali, atau aspek lain dalam kehidupan yang sedang membutuhkan perhatian.
Psikolog sekaligus terapis seks Kate Balestrieri menambahkan bahwa mimpi merupakan bagian dari proses otak dalam mengolah memori dan pengalaman sehari-hari. Karena itu, tidak semua mimpi memiliki arti khusus atau harus ditafsirkan secara harfiah.