Mengenal Arti dan Manfaat Hydration Break di Piala Dunia 2026

Kurniasih Miftakhul Jannah, Jurnalis
Jum'at 26 Juni 2026 08:14 WIB
Mengenal Arti dan Manfaat Hydration Break di Piala Dunia 2026 (Foto: FIFA)
Share :

JAKARTA - Piala Dunia 2026 menghadirkan aturan baru yang berfokus pada kesehatan dan kebugaran pemain. Salah satunya adalah penerapan hydration break atau jeda hidrasi selama tiga menit di setiap babak pertandingan.

Kebijakan ini diumumkan FIFA sebagai bagian dari upaya menjaga kondisi fisik pemain sepanjang turnamen yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko pada musim panas tahun depan.

Berbeda dengan turnamen sebelumnya yang menerapkan jeda minum berdasarkan kondisi cuaca tertentu, FIFA memastikan hydration break akan berlaku di seluruh pertandingan tanpa melihat suhu maupun lokasi stadion. Dengan begitu, semua tim akan mendapatkan perlakuan yang sama.

Kepala Petugas Turnamen FIFA 2026 untuk wilayah Amerika Serikat, Manolo Zubiria, menjelaskan bahwa wasit akan menghentikan pertandingan pada menit ke-22 di setiap babak agar para pemain memiliki kesempatan untuk mengembalikan cairan tubuh.

“Untuk setiap pertandingan, di mana pun dimainkan dan berapa pun suhunya, akan ada jeda minum selama tiga menit di setiap babak,” ujar Zubiria.

Meski demikian, apabila terjadi cedera atau penghentian pertandingan mendekati waktu jeda hidrasi, pelaksanaannya akan disesuaikan oleh wasit sesuai situasi di lapangan.

Apa Itu Hydration Break?

Hydration break merupakan waktu singkat yang diberikan kepada pemain untuk minum dan memulihkan kondisi tubuh selama pertandingan berlangsung. Jeda ini biasanya digunakan untuk mencegah dehidrasi, terutama saat laga dimainkan dalam cuaca panas atau tingkat kelembapan tinggi.

Selain membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh, jeda hidrasi juga memungkinkan tim medis memantau kondisi pemain yang mengalami kelelahan akibat intensitas pertandingan yang tinggi.

Manfaat Hydration Break bagi Pemain

Penerapan hydration break diyakini memberikan sejumlah manfaat penting bagi para pemain, di antaranya:

  • Mencegah dehidrasi selama pertandingan berlangsung.
  • Membantu menjaga performa fisik dan konsentrasi pemain.
  • Mengurangi risiko kelelahan akibat suhu panas.
  • Menekan potensi cedera yang dipicu kondisi tubuh yang terlalu lelah.
  • Memberikan kesempatan pemulihan singkat sebelum pertandingan kembali dilanjutkan.

FIFA menyebut keputusan ini diambil setelah melakukan evaluasi dari sejumlah turnamen sebelumnya, termasuk Piala Dunia Antarklub FIFA 2025 yang berlangsung di Amerika Serikat.

Komitmen FIFA terhadap Kesejahteraan Pemain

Selain menerapkan hydration break, FIFA juga menyusun jadwal pertandingan dengan mempertimbangkan waktu istirahat yang lebih optimal bagi setiap tim peserta.

Berbagai aspek turut dianalisis, mulai dari suhu rata-rata di kota tuan rumah, fasilitas pendingin stadion, transportasi, keamanan, hingga kebutuhan siaran global. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan pemain dapat tampil dalam kondisi terbaik selama turnamen berlangsung.

Piala Dunia 2026 sendiri akan menjadi edisi terbesar sepanjang sejarah dengan format 48 negara peserta. Turnamen akan dibuka pada 11 Juni 2026 di Mexico City dan ditutup dengan laga final pada 19 Juli 2026 di Stadion New York New Jersey.

Melalui penerapan hydration break, FIFA berharap para pemain dapat menjaga kebugaran sekaligus menampilkan performa maksimal sepanjang pesta sepak bola terbesar di dunia tersebut.da

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya