WAXING menjadi salah satu metode populer untuk menghilangkan bulu tubuh karena hasilnya dapat bertahan lebih lama dibandingkan mencukur. Namun, tidak banyak orang yang menyadari bahwa terdapat berbagai jenis wax dengan karakteristik dan manfaat yang berbeda.
Pemilihan jenis wax yang tepat penting dilakukan agar proses penghilangan bulu lebih efektif. Hal ini juga perlu dilakukan guna meminimalkan risiko iritasi pada kulit.
Dilansir dari Byrdie, berikut 7 jenis wax yang umum digunakan dan fungsinya:
Warm soft wax berbahan dasar krim atau resin dan digunakan bersama strip kain. Wax ini dioleskan tipis pada kulit yang telah dibersihkan, kemudian ditarik menggunakan strip untuk mengangkat bulu.
Jenis ini cocok digunakan pada area tubuh yang luas seperti kaki dan lengan karena mampu mengangkat bulu-bulu halus dengan efektif. Namun, karena menempel pada kulit dan bulu sekaligus, risiko iritasi bisa lebih tinggi terutama pada kulit sensitif.
Hard wax menjadi salah satu pilihan favorit di salon kecantikan. Wax ini diaplikasikan dalam kondisi hangat dan akan mengeras saat mendingin.
Berbeda dengan soft wax, hard wax menempel pada bulu tanpa banyak menempel pada kulit sehingga terasa lebih nyaman saat dilepas. Jenis ini cocok untuk area sensitif seperti wajah, ketiak, dan area bikini.
Cold soft wax tersedia dalam bentuk pot atau jar dan dapat digunakan tanpa proses pemanasan. Keunggulan utamanya adalah mengurangi risiko kulit terbakar akibat suhu wax yang terlalu panas.
Meski demikian, wax jenis ini tetap dapat menyebabkan iritasi. Efek itu bisa muncul jika digunakan berulang kali pada area yang sama.