Aroma Kopi Bisa Bikin Tenang dan Lebih Fokus? dr. Gia Ungkap Faktanya

Niko Prayoga , Jurnalis
Rabu 03 Juni 2026 11:05 WIB
Ilustrasi menghirup aroma kopi. (Foto: dok Freepik)
Share :

JAKARTA - Menikmati secangkir kopi memang sangat nikmat, apalagi jika kondisi otak sedang butuh fokus dari banyaknya tekanan dan beban pikiran maupun pekerjaan yang ada. Sebelum menyeruput secangkir kopi, banyak orang mencium terlebih dahulu aroma dari kopi tersebut yang juga dianggap bisa menenangkan.

Dokter umum sekaligus influencer kesehatan, dr. Gia Pratama dalam akun instagramnya menuliskan, hal tersebut bukanlah sugesti semata namun merupakan sebuah fakta. 

Ia menjelaskan, aroma kopi memiliki efek tersendiri meski tidak mengandung kafein seperti pada kopi. Menghirup aroma kopi secara ilmiah dalam menurunkan kadar stres dan membantu tubuh lebih santai dan rileks.

“Penelitian yang dipublikasikan di Scientific Reports (2021) menunjukkan bahwa menghirup aroma kopi dapat menurunkan hormon stres seperti kortisol, serta membantu tubuh menjadi lebih rileks,” tulis dr. Gia, dikutip Rabu (3/5/2026).

Tidak hanya itu, ia menyebut bahwa berdasarkan penelitian, aroma kopi juga bisa meningkatkan kemampuan kognitif. Seperti kemampuan analisis dan fokus saat melakukan aktivitas.

“Selain itu di studi dalam Journal of Environmental Psychology menemukan bahwa aroma kopi dapat meningkatkan performa kognitif, terutama dalam tugas analitis, dan efek ini terjadi karena otak memiliki ekspektasi bahwa kopi akan meningkatkan fokus,” ucapnya.

Menurutnya, hal itu disebabkan karena otak sudah terbiasa mendapat asupan kopi saat seseorang tersebut membutuhkan fokus dalam menjalankan aktivitas. Sehingga otak akhirnya belajar dan menganggap aroma kopi sebagai sebuah alarm bahwa waktu untuk tenang dan fokus sudah dimulai.

“Otak kita belajar dari pengalaman. Jika kita terbiasa minum kopi saat butuh fokus, maka lama-kelamaan aroma kopi sama dengan saatnya jadi lebih fokus. Akibatnya, hanya dengan mencium aromanya saja, otak sudah bersiap meskipun kafein belum masuk ke tubuh,” ungkap dr. Gia.

Meski demikian, ia menyarankan agar seseorang tetap mengkonsumsi kopi sebagai asupan kafein jika memang tubuh membutuhkan kekuatan untuk melawan rasa kantuk. 

“Aroma kopi memang bisa membantu tubuh lebih rileks dan memberi efek awal pada fokus dan kewaspadaan. Namun, untuk efek "melek" yang maksimal, tetap dibutuhkan kafein yang benar-benar dikonsumsi,” tuturnya.

Dari berbagai fakta efek aroma kopi di atas, ia menilai bahwa ketenangan dan fokus dari aroma kopi bukanlah sebuah sugesti melainkan respons biologis dari tubuh.

“Jadi, kalau kamu merasa lebih segar hanya dengan mencium kopi itu bukan sekadar sugesti. Itu kombinasi antara respons biologis, memori, dan ekspektasi otak,” ujar dr. Gia.

(Agustina Wulandari )

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya