Menurut dr. Jefry, sejumlah penelitian menunjukkan bahwa latihan kekuatan memiliki pengaruh yang lebih besar terhadap peningkatan kadar testosteron dibandingkan olahraga aerobik semata. Oleh karena itu, menggabungkan kedua jenis olahraga tersebut dapat menjadi strategi yang lebih efektif untuk menjaga kesehatan hormonal pria.
“Karena ya, penelitian menunjukkan kalau dibandingkan, ternyata olahraga yang dapat meningkatkan hormon testosteron alias hormon yang berperan untuk fungsi seksual pria ternyata adalah olahraga kekuatan,” ungkap dr. Jefry.
Lebih lanjut, ia menyebut bahwa salah satu tanda meningkatnya kadar testosteron setelah berolahraga adalah munculnya peningkatan gairah seksual pada sebagian pria.
“Bahkan ya, kalau kita sudah rajin olahraga, biasanya setiap habis kita olahraga kekuatan, pria-pria pasti akan merasakan kalau dia merasa (gairah seksualnya) itu semakin meningkat,” pungkas dia.
Meski demikian, peningkatan gairah seksual tidak hanya dipengaruhi oleh olahraga. Faktor lain seperti kualitas tidur, pola makan, tingkat stres, serta kondisi kesehatan secara keseluruhan juga berperan penting dalam menjaga keseimbangan hormon testosteron dan fungsi seksual pria.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)