Keempatnya mewakili empat sub-festival berbeda dan terlibat aktif dalam berbagai kegiatan, mulai dari aksi sosial seperti bersih sungai, pelestarian budaya melalui seni tari dan musik, hingga ruang kolaborasi lintas komunitas yang mempertemukan UMKM lokal dengan wisatawan dari dalam maupun luar negeri.
Sebagai Puteri Indonesia 2026, Agnes Aditya Rahajeng menyampaikan rasa syukurnya dapat hadir dan merayakan hidup, kemanusiaan, serta perdamaian dalam festival ini.
"Sungguh kesempatan yang luar biasa bisa hadir di Borobudur Peace and Prosperity Festival 2026, rangkaian acaranya begitu meriah, begitu hangat, merayakan kebudayaan, merayakan peradaban, perdamaian dan juga pastinya kemanusiaan. Tepat pada hari ini juga hari Waisak, jadi selamat merayakan hari Waisak, semoga kita semua dan seluruh makhluk hidup terus berbahagia dan sejahtera," tutupnya.
Di tengah berbagai permasalahan sosial-politik dunia, BPF 2026 mengajak setiap orang untuk tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga bagian dari gerakan bersama yang menumbuhkan harapan, memperkuat persaudaraan, dan menciptakan dampak positif bagi lingkungan sekitar. Semangat ini sejalan dengan visi inisiatornya, Ricky Surya Prakasa dari Yayasan Meccaya Surya Prakasa.
Momen-momen terbaik serta berbagai kisah inspiratif dari festival ini juga hadir melalui akun Instagram @borobudurbpf, disertai unggahan para pengunjung di berbagai media sosial yang merekam suasana hangat dan kebersamaan sepanjang rangkaian acara.
(Khafid Mardiyansyah)