JAKARTA - Penyakit Hand, Foot, and Mouth Disease (HFMD) atau Flu Singapura masih menjadi salah satu infeksi yang sering menyerang anak-anak. Meski umumnya dapat sembuh sendiri, beberapa kasus ternyata berisiko menimbulkan komplikasi serius, termasuk radang otak hingga kelumpuhan.
Dokter Spesialis Anak dari Mandaya Royal Hospital Puri, dr. Handayani, M.Ked(Ped), Sp.A, mengatakan kasus Flu Singapura masih cukup sering ditemukan di layanan kesehatan. Dalam satu sesi praktik, ia bahkan bisa menangani hingga delapan kasus HFMD.
Menurut dr. Handayani, tidak semua virus penyebab Flu Singapura memiliki tingkat keparahan yang sama. Salah satu yang perlu diwaspadai adalah Enterovirus 71 (EV71), yang dikenal dapat menimbulkan gejala dan komplikasi lebih berat dibandingkan jenis virus lainnya.
“Yang paling jahat yang mami-mami harus tahu adalah Enterovirus 71 atau EV71,” ujar dr. Handayani dalam acara Health Talk World Immunization Week 2026.
Ia menjelaskan, anak yang terinfeksi EV71 dapat mengalami demam tinggi, sakit tenggorokan, sariawan yang menyebabkan sulit makan dan minum, serta muncul ruam atau bintik-bintik pada tangan dan kaki.
“Virus ini lebih bandel, lebih tahan, dan bisa menembus sampai ke saraf anak,” jelasnya.
Jika telah menyerang sistem saraf, EV71 berpotensi menyebabkan komplikasi seperti ensefalitis atau radang otak, kejang, hingga kelumpuhan layu. Karena itu, orang tua diimbau untuk tidak menganggap Flu Singapura sebagai penyakit yang selalu ringan.
Selain itu, hingga saat ini belum tersedia terapi antivirus khusus untuk mengobati HFMD. Penanganan yang diberikan umumnya bersifat suportif untuk meredakan gejala dan mencegah komplikasi.
“Nah, sementara untuk antivirus itu belum ada. Jadi harapan kita adalah jangan sampai kena,” kata dr. Handayani.
Untuk menurunkan risiko penularan, ia menyarankan orang tua menerapkan langkah-langkah pencegahan, seperti membiasakan anak mencuci tangan dengan sabun, menjaga kebersihan lingkungan dan mainan, serta memastikan anak mendapatkan imunisasi sesuai anjuran tenaga kesehatan.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)