Tak kalah penting adalah vaksin tetanus, difteri, dan pertusis (Tdap). Vaksin ini memerlukan booster setiap 10 tahun bagi mereka yang sebelumnya sudah mendapat imunisasi lengkap.
Sementara bagi orang dewasa yang status vaksinasinya tidak diketahui, dokter biasanya akan menganggap vaksinasi dimulai dari awal.
Vaksin ini dianjurkan bagi orang dewasa yang belum pernah terkena cacar air sebelumnya. Untuk kelompok lansia, dr. Visakha menyebut kebutuhan vaksin menjadi semakin penting karena risiko komplikasi penyakit meningkat seiring pertambahan usia.
Selain influenza dan pneumokokal, lansia kini juga dianjurkan mendapat vaksin RSV (Respiratory Syncytial Virus) yang dapat menyebabkan gangguan pernapasan serius pada kelompok usia lanjut. Pasalnya, banyak angka kematian lansia karena virus RSV ini.
“Yang paling bikin angka komplikasi tinggi sampai kematian itu ketika RSV menyerang lansia,” jelasnya.
Lansia juga direkomendasikan menerima vaksin herpes zoster untuk mencegah cacar api atau shingles, yakni reaktivasi virus cacar air yang dapat muncul kembali di usia tua dan menyebabkan nyeri hebat.
(Djanti Virantika)