JAKARTA - Kebiasaan duduk terlalu lama ternyata tidak bisa dianggap sepele. Apalagi saat ini banyak pekerja kantoran yang duduk selama berjam-jam selama bekerja.
Hal ini dibahas oleh Dokter Adam Prabata di akun X nya @AdamPrabata. Dokter Adam mengingatkan bahwa aktivitas minim gerak selama berjam-jam dapat meningkatkan risiko diabetes secara perlahan tanpa disadari.
Ia pun baru menyadari bahwa banyak pekerja kantoran menghabiskan waktu duduk hingga 8 sampai 10 jam sehari. Kondisi ini bahkan belum lagi ditambah waktu duduk saat berkendara atau naik transportasi umum.
“Rata-rata orang kantoran, termasuk gue sendiri pas lagi mengisi poliklinik, tuh bisa duduk 8-10 jam sehari tanpa benar-benar bergerak,” ujarnya.
Menurut dr. Adam, berbagai penelitian menunjukkan duduk terlalu lama secara terus-menerus dapat meningkatkan risiko diabetes. Hal itu terjadi karena otot tubuh yang jarang aktif menjadi kurang sensitif terhadap insulin.
“Mekanismenya adalah otot yang nggak aktif jadi kurang sensitif terhadap insulin yang kemudian membuat regulasi gula darah kita jadi terganggu pelan-pelan,” katanya.
Ia juga mengungkap banyak pasien datang ke poliklinik dalam kondisi gula darah sudah tinggi, padahal selama ini merasa tubuhnya baik-baik saja dan tidak mengalami keluhan. Selain terlalu lama duduk, salah satu faktor yang sering ditemukan pada pasien tersebut adalah kurangnya aktivitas fisik sehari-hari.
Karena itu, dr. Adam menyarankan masyarakat mulai membiasakan bergerak ringan di sela aktivitas duduk, misalnya dengan berjalan kaki setiap 30 menit.
Atau dengan menyempatkan berdiri selama 2-3 menit setelah beberapa jam duduk. Bisa juga dengan aktivitas ringan seperti mengambil minum, menyeduh kopi, atau peregangan yang bisa membantu metabolisme glukosa tubuh tetap bekerja dengan baik.
“Setiap kita udah duduk 30 menit, sempetin berdiri 2-3 menit,” kata Adam.
Meski sederhana, kebiasaan kecil ini dinilai penting untuk membantu menjaga kesehatan tubuh, terutama bagi pekerja yang sehari-hari lebih banyak beraktivitas di depan meja atau layar komputer.
(Agustina Wulandari )