Pasien Lansia Tak Boleh Operasi Kanker Paru, Dokter Temukan Alternatifnya

Mei Sada Sirait, Jurnalis
Senin 25 Mei 2026 15:04 WIB
Ilustrasi kanker paru. (Foto: dok Freepik)
Share :

JAKARTA - Perkembangan terapi kanker paru kini semakin pesat. Saat ini prosedur pengobatan kanker paru bahkan minim sayatan dan pemulihannya lebih cepat.

Salah satu metode yang mulai banyak dibahas adalah cryoablation. Terapi ini bekerja dengan cara membekukan jaringan kanker hingga sel tumor mati. Cryoablation pun mulai diminati karena dinilai lebih ringan dibanding operasi terbuka, terutama bagi pasien kanker paru dengan kondisi kesehatan tertentu.

Selama ini, operasi masih menjadi terapi utama untuk kanker paru. Namun tidak semua pasien bisa menjalani operasi besar.

Apalagi pasien usia lanjut atau yang memiliki penyakit bawaan seperti gangguan jantung, diabetes, maupun penyakit ginjal tidak bisa menjalani operasi besar. Karena itu, terapi minim invasif seperti cryoablation mulai menjadi pilihan alternatif.

Cryoablation dilakukan menggunakan bantuan CT scan untuk melihat posisi tumor secara presisi. Setelah itu, dokter memasukkan jarum khusus bernama cryoprobe ke area kanker.

Dokter spesialis radiologi dr. Rio Hermawan, Sp.Rad (K), menjelaskan bahwa gas argon bersuhu sangat dingin kemudian dialirkan melalui alat tersebut hingga membentuk bola es atau ice ball di area tumor. Proses pembekuan ini merusak sel kanker sekaligus pembuluh darah di sekitarnya.

“Dengan suhu yang sangat dingin, kita harapkan tumor akan mati,” kata dr. Rio saat workshop The 6th Siloam Oncology Summit 2026 di Jakarta.

Bahkan efek penghancuran itu bisa terus menerus terjadi meski tindakan sudah dilakukan berbulan-bulan sebelumnya. 

“Proses pematian kanker dengan cryoablation akan terus berjalan hingga tiga sampai enam bulan,” ucapnya.

Cryoablation hanya membutuhkan sayatan kecil untuk memasukkan cryoprobe. Karena itu, nyeri pasca tindakan disebut lebih minimal dan pasien bisa pulih lebih cepat.

Dalam beberapa kasus, pasien bahkan diperbolehkan pulang sehari setelah tindakan dilakukan. Meski begitu, cryoablation bukan berarti menggantikan operasi sepenuhnya. 

Dokter menegaskan setiap metode memiliki indikasi berbeda tergantung ukuran tumor, lokasi kanker, dan kondisi tubuh pasien. Untuk saat ini, cryoablation umumnya digunakan pada tumor paru berukuran kecil, sekitar di bawah 3–4 cm, terutama yang berada di area pinggir paru.

Selain untuk kanker paru primer, metode ini juga bisa digunakan pada kanker yang sudah menyebar ke paru dari organ lain, seperti kanker payudara atau kanker ovarium, selama jumlah penyebarannya masih terbatas. Cryoablation dinilai menjadi salah satu contoh pendekatan terapi yang lebih personal dan nyaman bagi pasien karena minim luka operasi dan masa pemulihan lebih singkat.

Para dokter juga menilai metode ini berpotensi dikombinasikan dengan imunoterapi di masa depan, setelah beberapa studi awal menunjukkan cryoablation dapat membantu mengaktivasi respons imun tubuh terhadap sel kanker.

(Agustina Wulandari )

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya