Dokter spesialis radiologi dr. Rio Hermawan, Sp.Rad (K), menjelaskan bahwa gas argon bersuhu sangat dingin kemudian dialirkan melalui alat tersebut hingga membentuk bola es atau ice ball di area tumor. Proses pembekuan ini merusak sel kanker sekaligus pembuluh darah di sekitarnya.
“Dengan suhu yang sangat dingin, kita harapkan tumor akan mati,” kata dr. Rio saat workshop The 6th Siloam Oncology Summit 2026 di Jakarta.
Bahkan efek penghancuran itu bisa terus menerus terjadi meski tindakan sudah dilakukan berbulan-bulan sebelumnya.
“Proses pematian kanker dengan cryoablation akan terus berjalan hingga tiga sampai enam bulan,” ucapnya.
Cryoablation hanya membutuhkan sayatan kecil untuk memasukkan cryoprobe. Karena itu, nyeri pasca tindakan disebut lebih minimal dan pasien bisa pulih lebih cepat.