JAKARTA - Minuman beralkohol kerap dianggap dapat meningkatkan hasrat dan membuat seseorang lebih percaya diri saat berhubungan intim. Tidak sedikit yang percaya bahwa alkohol bisa membantu tubuh lebih rileks sehingga suasana menjadi lebih romantis.
Namun, benarkah alkohol benar-benar mampu meningkatkan kualitas hubungan intim? Faktanya, pengaruh alkohol terhadap tubuh tidak selalu berdampak positif pada performa maupun kepuasan.
Dalam jumlah kecil, alkohol memang dapat membuat seseorang merasa lebih santai dan menurunkan rasa canggung. Efek ini sering memunculkan rasa percaya diri yang lebih tinggi sehingga sebagian orang menjadi lebih terbuka terhadap aktivitas berhubungan intim.
Kondisi tersebut terjadi karena alkohol memengaruhi sistem saraf dan memicu perasaan euforia sementara. Selain itu, ada faktor psikologis yang ikut berperan. Banyak orang sudah memiliki anggapan bahwa minum alkohol dapat membuat mereka terlihat lebih menarik atau lebih berani.
Meski demikian, efek tersebut tidak selalu sama pada setiap orang. Konsumsi alkohol berlebihan justru bisa memberikan dampak sebaliknya dan menurunkan fungsi seksual, demikian dilansir dari Healthline.
Alkohol termasuk depresan sistem saraf pusat yang dapat memperlambat berbagai fungsi tubuh, mulai dari kerja otak, aliran darah, hingga respons tubuh terhadap rangsangan seksual.
Berikut beberapa pengaruh alkohol terhadap performa saat berhubungan intim:
1. Menyulitkan Ereksi
Konsumsi alkohol dalam jumlah banyak dapat menghambat aliran darah ke penis sehingga ereksi menjadi sulit terjadi atau dipertahankan.
Selain itu, alkohol juga memengaruhi kerja sistem saraf pusat dan meningkatkan hormon yang berkaitan dengan tekanan darah tinggi serta gangguan ereksi. Jika berlangsung terus-menerus, kebiasaan minum alkohol berlebihan dapat meningkatkan risiko disfungsi ereksi permanen.
2. Mengurangi Pelumasan Vagina
Saat tubuh terangsang, aliran darah menuju organ intim akan meningkat sehingga membantu proses pelumasan alami pada vagina.
Namun, konsumsi alkohol berlebihan dapat mengganggu proses tersebut. Akibatnya, vagina menjadi lebih kering sehingga hubungan intim terasa tidak nyaman dan menimbulkan gesekan.
3. Menurunkan Sensasi dan Rangsangan
Meski awalnya membuat seseorang lebih rileks, alkohol dalam jumlah besar justru dapat mengurangi sensitivitas tubuh terhadap rangsangan.
Aliran darah yang terganggu dan respons otak yang melambat membuat aktivitas berhubungan intim terasa kurang menyenangkan dibanding biasanya. Kondisi ini juga bisa menyebabkan seseorang lebih sulit mencapai orgasme.
Efek alkohol terhadap gairah seksual sebenarnya sangat bergantung pada jumlah yang dikonsumsi dan kondisi tubuh masing-masing individu. Dalam kadar ringan, alkohol mungkin membantu seseorang merasa lebih santai. Namun jika dikonsumsi berlebihan, dampaknya justru bisa menurunkan performa seksual dan mengganggu kenyamanan saat berhubungan intim.
Karena itu, menjaga konsumsi alkohol tetap dalam batas wajar menjadi hal penting agar kesehatan tubuh dan fungsi seksual tetap terjaga.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)