Menurutnya, penularan hantavirus dapat terjadi melalui udara yang terkontaminasi, kontak langsung dengan tikus atau sarangnya, hingga menyentuh wajah setelah terpapar benda yang tercemar virus. Gigitan tikus juga dapat menjadi jalur penularan.
“Pada beberapa jenis tertentu seperti Andes hantavirus, terdapat kemungkinan penularan antar manusia, meskipun kasusnya sangat jarang,” lanjutnya.
dr. Rio menjelaskan, gejala hantavirus umumnya muncul dalam dua tahap. Pada fase awal, penderita biasanya mengalami demam tinggi, sakit kepala hebat, nyeri otot terutama di punggung dan paha, serta tubuh yang terasa sangat lemas.
Gejala juga dapat disertai gangguan pencernaan seperti nyeri perut, muntah, dan diare sehingga kerap dianggap sebagai penyakit biasa.
Namun, jika kondisi memburuk, pasien bisa mengalami batuk, sesak napas akibat penumpukan cairan di paru-paru, tekanan darah turun drastis hingga syok, gangguan fungsi ginjal, bahkan jaundice atau tubuh menguning.