JAKARTA – Penggunaan gula aren dan gula kelapa berbasis nira semakin berkembang di industri makanan dan minuman (F&B) dalam beberapa tahun terakhir. Pemanis alami yang sebelumnya identik dengan konsumsi tradisional kini mulai banyak digunakan dalam menu coffee shop, minuman siap saji, dessert, hingga produk makanan kemasan.
Tren tersebut muncul seiring meningkatnya minat pelaku usaha terhadap bahan baku lokal dengan karakter rasa yang lebih khas. Gula berbasis nira dinilai mampu memberikan profil rasa berbeda dibanding gula pasir biasa, terutama untuk produk minuman modern seperti kopi susu dan minuman berbasis espresso.
Sejumlah penelitian juga menunjukkan bahwa gula aren dan gula kelapa memiliki kandungan mineral alami seperti kalium, magnesium, dan zat besi dalam jumlah tertentu, meski tetap termasuk pemanis yang harus dikonsumsi secara bijak.
Beberapa studi internasional menyebut gula kelapa memiliki indeks glikemik relatif lebih rendah dibanding gula pasir, namun para ahli gizi tetap mengingatkan bahwa konsumsi gula berlebih tetap berisiko bagi kesehatan.
Dalam industri F&B, penggunaan gula berbasis nira kini tidak hanya soal rasa manis, tetapi juga menjadi bagian dari identitas produk. Banyak pelaku usaha memanfaatkan cita rasa karamel alami dari gula aren untuk menciptakan diferensiasi di tengah persaingan bisnis minuman yang semakin padat.
“Gula berbasis nira semakin banyak digunakan karena pelaku usaha mencari pemanis yang tidak hanya memberi rasa manis, tetapi juga membangun karakter rasa pada produk mereka,” kata Direktur CV Jagoan Food, Arie Adrian.
Menurutnya, perubahan pola konsumsi masyarakat ikut memengaruhi perkembangan tren tersebut. Konsumen dinilai mulai tertarik pada bahan baku yang dianggap lebih alami serta dekat dengan produk lokal.
Selain pada minuman, gula aren dan gula kelapa kini mulai banyak digunakan dalam produk baking dan dessert. Beberapa pelaku usaha memanfaatkannya sebagai bahan saus, topping, hingga campuran adonan karena menghasilkan aroma dan rasa yang lebih kuat.
Di sisi lain, meningkatnya permintaan gula berbasis nira juga memunculkan tantangan pada rantai pasok. Produksi gula aren dan gula kelapa sangat bergantung pada ketersediaan nira dari petani, sehingga stabilitas pasokan menjadi perhatian penting bagi industri.
Salah satu produsen yang melihat pertumbuhan pasar tersebut adalah CV Jagoan Food melalui merek Palmarie. Perusahaan tersebut memproduksi gula kelapa dan gula aren sejak 2019 dalam bentuk cair maupun bubuk untuk kebutuhan bisnis F&B.
Palmarie menyebut penggunaan bahan baku dari petani lokal menjadi bagian dari strategi menjaga keberlanjutan pasokan. Produsen juga dituntut menyesuaikan standar produksi agar sesuai dengan kebutuhan pasar modern yang mengutamakan higienitas dan kemudahan penggunaan.
Pertumbuhan industri kopi, dessert, dan makanan kemasan diperkirakan akan terus mendorong permintaan gula alami berbasis nira dalam beberapa tahun mendatang. Di tengah persaingan industri F&B yang semakin ketat, gula aren dan gula kelapa dinilai masih memiliki peluang besar sebagai alternatif pemanis dalam pengembangan menu modern.
(Khafid Mardiyansyah)